Berita Viral

Viral Toilet Kereta Api Tampak Bolong Tanpa Tadah, Begini Penjelasan KAI

Unggahan video bernarasi toilet di kereta api tampak bolong tanpa tadah viral di media sosial.

tribunjateng/dok
ilustrasi kereta api 

TRIBUNJATENG.COM - Unggahan video bernarasi toilet di kereta api tampak bolong tanpa tadah viral di media sosial.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan penjelasan.

Vice President (VP) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Joni Martinus menegaskan, toilet tanpa vadah yang viral di media sosial baru-baru ini bukan di kereta api Indonesia.

Baca juga: Viral Cinta Lokasi Anak Kos dan Ibu Kos, Cuma Butuh 3 Bulan Ngekos Langsung Nikah

Semua toilet kereta yang dioperasikan oleh PT KAI, imbuhnya telah menggunakan konsep toilet ramah lingkungan (TRL), di mana kotoran tidak dibuang ke jalur kereta.

"Toilet tersebut bukan di keretanya KAI," ujar Joni kepada Kompas.com, Rabu (27/7/2022) siang.

video bernarasi toilet di kereta tampak bolong tanpa tadah
Tangkapan layar unggahan video bernarasi toilet di kereta tampak bolong tanpa tadah.(INSTAGRAM)

Joni menambahkan, selain sudah menggunakan konsep toilet ramah lingkungan, toilet di kereta KAI juga terdapat penampungannya dan dibersihkan secara berkala setiap dua bulan sekali.

"Ada penampungannya dan diberi mikroba pengurai sehingga saat keluar dari bak, kotorannya sudah berbentuk cairan dan tidak berbau busuk," tuturnya.

Pengguna jasa kereta api, lanjut Joni, dapat menggunakan toilet di kereta api, baik dalam keadaan berhenti maupun berjalan.

Toilet ramah lingkungan
  

Lebih lanjut, pihaknya berpesan kepada masyarakat supaya tidak perlu khawatir dan ragu untuk menggunakan transportasi kereta api.

Alasannya, moda transportasi kereta api sudah sejak lama menggunakan toilet ramah lingkungan.

"Dan tentunya tidak menimbulkan bau sehingga membuat perjalanan menjadi sangat nyaman," imbuh Joni.

 
Ditambahkannya, KAI secara konsisten menerapkan disiplin protokol kesehatan atau prokes guna melindungi pelanggan kereta api dari paparan Covid-19.

Prokes tersebut diterapkan di stasiun maupun delama dalam perjalanan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved