Berita Kriminal

Polisi Semarang Tak Percaya Dilapori Ada Orang Jatuh Tewas, Terungkap Pria Ini Dihajar Habis-habisan

Komanda regu Satpam RSUP Kariadi Semarang, Andreas Widarno (41) mengatakan, memukuli korban karena tidak kooperatif ketika ditanya identitasnya

Penulis: iwan Arifianto | Editor: muslimah
Istimewa
Kamera CCTV yang merekam detik-detik korban dibawa kembali ke ruang IGD selepas dihajar para pelaku di RSUP Kariadi Semarang, Rabu (27/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pria bertato tanpa identitas yang diduga mencuri handphone di ruang IGD RSUP Kariadi Semarang tewas dihajar para satpam.

Polisi sebelumnya mendapatkan laporan kematian korban karena jatuh.

Tapi polisi tak percaya begitu saja.

Selepas diperiksa ternyata pria itu tewas karena dianiaya.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan mengatakan,
berdasarkan visum luar penyebab utama kematian korban akibat pendarahan hebat pada otak akibat kekerasan benda tumpul.

Baca juga: Viral Bayangan Lesty di Lantai Tidak Berubah Saat Tertidur, Ekspresi Lesty Berbeda dengan Aslinya

Baca juga: Temuan Mengejutkan Tim Dokter Forensik yang Autopsi Ulang Brigadir J, Pengacara: Otak Sudah tak Ada

Dalam hal ini akibat ditendang dan dipukul sehingga terganggunya oksigen ke otak.

"Akibatnya korban mati lemas," paparnya saat konferensi pers di kantor Polrestabes Semarang, Jumat (29/7/2022).

Ia menjelaskan, korban diduga sudah meninggal dunia saat dibawa ke IGD rumah sakit tersebut.

"Iya korban diduga sudah meninggal saat dibawa ke IGD oleh para tersangka," terangnya.

Tersangka Eko Widianto (30) mengatakan, hanya disuruh komandannya bawa korban pakai mobil patroli.

Ketika dibawa korban sudah tidak bergerak.

"Saya juga tidak sempat mengecek apakah korban masih hidup," terangnya.

Ia dibantu beberapa temannya lalu menaruh korban di IGD.

"Saya bilang ke petugas nanti yang jelasin Danru," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved