Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Adi Cahyo Seorang Guru SD di Semarang Rela Korbankan Gaji Demi Diberikan Kepada Para Muridnya

Seorang guru SD Negeri berikan beasiswa untuk mendapatkan murid baru agar sekolah tidak di regrouping.

Tayang:
Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Seorang guru SD Negeri berikan beasiswa untuk mendapatkan murid baru agar sekolah tidak di regrouping.

Guru ini bernama Adi Cahyo Samudra, seorang warga asal Dusun Mukiran Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang ini rela memberi beasiswa agar sekolah yang digunakan untuk mencari nafkah tidak di regrouping.

Regrouping yakni sekolah satu dengan sekolah lain akan digabung dan dibubarkan.

Adi Cahyo mengatakan bahwa sekolah yang dirinya perjuangkan ini yakni SD N Papringan 4 yang ada di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang.

SD N Papringan 4 ini terancam di regrouping jika tahun ajaran 2022 tidak mendapatkan murid baru.

Karena terancam di regrouping, dirinya khawatir lalu berfikir bagaimana cara untuk menarik minat murid baru agar bersekolah di SD N Papringan 4 ini.

“SD N Papringan ini kan muridnya sudah sedikit ditambah jika tidak ada murid baru tahun ini membuat sekolah ini terancam di regrouping,” kata Adi Cahyo kepada Tribunjateng.com, Kamis (28/7/2022).

“Jadi saya mencari sebuah ide agar sekolah ini mendapat murid baru,” imbuhnya.

Akhirnya dirinya berinisiatif untuk memberi sebuah hadiah atau beasiswa kepada calon murid baru agar berminat sekolah di SD N Papringan 4.

Adi Cahyo saat memberi hadiah sepeda kepada para siswa baru di SD N Papringan 4 Kaliwungu Kabupaten Semarang, Kamis (28/7/2022).
Adi Cahyo saat memberi hadiah sepeda kepada para siswa baru di SD N Papringan 4 Kaliwungu Kabupaten Semarang, Kamis (28/7/2022). (TRIBUN JATENG/DOK ADA CAHYO)

“Lalu saya berinisiatif, bagaimana cara untuk mendapatkan murid baru untuk sekolah ini,” jelasnya.

Untuk mendapatkan murid baru, selain dengan meningkatkan sebuah mutu sekolah seperti mengadakan ektrakurikuler serta berbagai macam kegiatan di sekolahan, hal ini tentu dilakukan.

“Akan tetapi, saya lalu berfikir bagaimana cara untuk menarik minat orang tua agar putra putri mereka masuk dan bersekolah di SD N Papringan 4 ini,” katanya.

“Maka terpikirlah sebuah ide bagaimana kalau saya memberikan sebuah hadiah kepada calon murid,” tambahnya.

Hadiah ini berupa sebuah beasiswa yang dapat digunakan untuk murid baru, bukan hanya sekali pakai saja, namun dapat dipakai dalam yang lama.

“Namanya bukan hadiah melainkan sebuah beasiswa berupa satu unit sepeda agar mereka (calon murid baru) dapat memakai saat berangkat sekolah ke SD N Papringan 4,” paparnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved