Kenaikan Harga Pangan Picu Inflasi Juli 2022 Tertinggi Sejak Oktober 2015

inflasi pada Juli 2022 mencapai 0,64 persen mom, membuat inflasi tahunan sudah hampir menembus 5 persen yoy

Editor: Vito
desta leila kartika
ilustrasi - Pedagang cabai dan sayuran di Pasar Trayeman Slawi, Tonisah, sedang memilah bawang merah yang ada di lapak jualannya, Selasa (26/4/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Juli 2022 mencapai 0,64 persen month to month (mom), sekaligus membuat inflasi tahunan sudah hampir menembus 5 persen yoy, atau berada di level 4,94 persen yoy.

Kepala BPS, Margo Yuwono bahkan menyebut, tingkat inflasi, khususnya secara tahunan, pada bulan laporan merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2015.

“Secara tahunan tadi kami sampaikan inflasi Juli 2022 ini sebesar 4,94 persen yoy. Ini merupakan inflasi yang tertinggi sejak Oktober 2015 yang pada saat itu inflasi mencapai 6,25 persen yoy,” katanya, dalam pembacaan hasil Inflasi Juli 2022, Senin (1/8).

Bila menilik dari komponennya, menurut dia, kelompok yang memberikan andil paling besar terhadap inflasi adalah bahan makanan (volatile food) yang tercatat mengalami inflasi sebesar 1,41 persen mom, atau secara tahunan 11,47 persen yoy. Dengan capaian itu, andil kelompok ini terhadap inflasi mencapai 0,25 persen.

Margo menuturkan, komoditas penyumbang utama peningkatan harga kelompok pangan adalah cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit. Ketiga komoditas ini menyumbang inflasi, karena ada gangguan pasokan di sentra produksi akibat cuaca.

Penyumbang kedua adalah komponen harga diatur pemerintah. Harga diatur pemerintah mencatat inflasi sebesar 1,17 persen mom, dan secara tahunan sebesar 6,51 persen yoy. Andil-nya terhadap inflasi inti mencapai 0,21 persen.

Dia menambahkan, penyebab utama peningkatan andil inflasi harga diatur pemerintah adalah kenaikan tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, rokok kretek filter, dan peningkatan tarif listrik 3.500 VA.

“Ada yang menarik, dengan peningkatan tarif listrik 3.500 VA dan pelanggan pemerintah mulai 1 Juli 2022 kemarin, menyebabkan adanya andil inflasi tarif listrik sebesar 0,01 persen terhadap inflasi umum pada Juli 2022,” jelasnya.

Margo menyatakan, penyumbang selanjutnya adalah komponen inti yang mencatat inflasi sebesar 0,28 persen mom atau secara tahunan 2,86 persen yoy. Porsinya terhadap inflasi umum sebesar 0,18 persen. Komoditas pendorongnya adalah ikan segar, mobil, dan sewa rumah.

Dengan kondisi tersebut, ia berujar, capaian inflasi dari awal tahun hingga periode berjalan atau year to date (ytd) tercatat sebesar 3,85 persen ytd.  (Kontan.co.id/Bidara Pink)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved