Berita Semarang
CCTV Tambahan Tingkat RT Lagi Digarap, Diskominfo Kota Semarang: September Sudah Rampung
Diskominfo Kota Semarang telah menerjunkan tim untuk memetakan titik-titik di setiap RT yang perlu dipasang kamera pengintai.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang menambah 8.734 kamera CCTV di setiap RT.
Pemasangan sudah dimulai sejak 1 Agustus dan ditargetkan rampung pada September 2022.
Kepala Diskominfo Kota Semarang, Soenarto mengatakan, telah menerjunkan tim untuk memetakan titik-titik di setiap RT yang perlu dipasang kamera pengintai.
Ada beberapa skala prioritas pemasangan kamera.
Baca juga: Detik-detik Penemuan Surat Wasiat Kopda Muslimin Dalang Penembakan Istri di Semarang
Yaitu di titik dengan tingkat rawan kriminal tinggi, aktivitas masyarakat yang ramai, kepadatan penduduk, serta rawan bencana.
Anggaran yang digelontorkan untuk penambahan kamera sebesar Rp 10 miliar.
"Tahun ini kami tambah satu kamera setiap RT."
"Pengadaan dan pemasangan berproses."
"Kami targetkan selesai maksimal September 2022," terang Soenarto kepada Tribunjateng.com, Selasa (2/8/2022).
Menurutnya, penambahan kamera di setiap RT ini melanjutkan program unggulan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang telah dilakukan sejak 2019.
Pada 2019, Pemkot Semarang melalui kecamatan telah memasang 10.293 CCTV.
Per unit CCTV ini terdiri dari network video recording (NVR), kamera, monitor, dan hardisk.
Baca juga: Pria di Ungaran Semarang Tewas Tergantung, Sarung Terikat di Leher, 3 Bulan Lalu Sampaikan Niatnya
Pada 2021, dilanjutkan pengadaan internet sehingga kamera bisa diakses langsung secara online.
"Kemudian, pada tahun ini kami tambah kameranya sebanyak 8.734 karena satu unit ini slotnya bisa sampai empat kamera," jelasnya.
Penambahan jumlah kamera pada tahun ini, lanjut Soenarto, memang tidak sebanyak seperti pada 2019.
Pasalnya, dari hasil pendataan yang dilakukan Diskominfo Kota Semarang, terdapat sejumlah NVR yang mati.
Sehingga, penambahan kamera menyesuaikan jumlah NVR yang masih berfungsi.
"Beberapa NVR mengalami kerusakan dan kami kira harus diganti secara unit."
"Sedangkan, kami tahun ini hanya melakukan pengadaan kamera."
"Kami sudah anggarkan pengadaan unit pada 2023," jelasnya.
Selain NVR yang mati, pihaknya juga mencatat, ada 2.200 kamera yang telah dipasang tahun sebelumnya dalam kondisi mati.
Ini karena rusak maupun penggunaan yang belum tepat, misalnya belum ditancapkan ke jaringan listrik.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pedagang Ikan Tewas Tersambar Kereta di Cilosari Semarang, Motor Terseret 50 Meter
Menurutnya, kerusakan-kerusakan yang terjadi pada CCTV di setiap RT karena ketidakpahaman masyarakat terkait pemasangan ataupun perawatan.
Bahkan, masih ada beberapa penolakan dari warga terkait pemasangan ini.
Mereka tidak ingin rumahnya tersorot CCTV.
Ada pula penolakan karena tanggungan beban listrik.
Padahal, kebutuhan listrik untuk CCTV tergolong kecil.
Maka, hal ini perlu edukasi agar seluruh masyarakat saling menjaga dan merawat fasilitas yang telah disediakan Pemkot Semarang.
"Nanti, kami akan laksanakan edukasi kaitannya dengan CCTV karena ini menjadi kebutuhan bersama."
"Di masyarakat masih ada penolakan, misal karena rumahnya kesorot jadi tidak bebas, ada juga persoalan listrik."
"Listrik memang swadaya karena Pemkot Semarang belum ada penganggaran subsidi listrik," paparnya.
Pihaknya juga berencana akan membuka call center khusus penanganan kerusakan CCTV sehingga masyarakat tidak bingung jika terjadi kerusakan pada CCTV di masing-masing lingkungannya.
Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menginginkan adanya penambahan CCTV di setiap RT untuk lebih memberikan keamanan.
Penambahan CCTV akan dilakukan jika anggaran Pemkot Semarang sudah kembali membaik.
Baca juga: PIP Semarang Hadir di Kalimantan Tengah Untuk Selenggarakan DPM
Pasalnya dua tahun terakhir, pendapatan Kota Semarang cukup terdampak pandemi Covid-19.
"Kalau anggaran sudah membaik, CCTV bisa ditambah."
"Satu RT sekarang satu."
"Minimal bisa tiga dari pemerintah," ucap Hendi, sapaannya.
Hendi juga berharap partisipasi dari masyarakat.
Jika masyarakat bisa memasang CCTV secara swadaya akan lebih baik untuk mendukung keamanan lingkungan.
Semua jaringan CCTV milik Pemkot Semarang juga sudah dikerjasamakan dengan pihak terkait misalnya Polrestabes Semarang.
Hal ini untuk keamanan dan kenyamanan masyatakat.
Dia mengingatkan, Camat maupun Lurah agar bisa merawat hasil pembangunan yang dilakukan Pemkot Semarang, termasuk CCTV.
Dia tidak ingin CCTV yang rusak dibiarkan sehingga tidak berfungsi. (*)
Baca juga: Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian, Kapolres Blora: Jadilah Polisi Yang Bermanfaat
Baca juga: Forki Batang Raih Juara Umum 3 Kejurda di Tegal
Baca juga: PLN Pastikan Keandalan Listrik Pada Penyelenggaraan Piala AFF U-16 2022
Baca juga: Detik-detik Penemuan Surat Wasiat Kopda Muslimin Dalang Penembakan Istri di Semarang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/soenarto-pemkot-semarang.jpg)