Berita Kabupaten Semarang

Pria di Ungaran Semarang Tewas Tergantung, Sarung Terikat di Leher, 3 Bulan Lalu Sampaikan Niatnya

Seorang pria berinisial AK (36) ditemukan meninggal dunia dengan keadaan tergantung dan sarung terlilit di leher

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah
Shutterstock
Ilustrasi tewas. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Seorang pria berinisial AK (36) ditemukan meninggal dunia dengan keadaan tergantung dan sarung terlilit di leher di sebuah rumah Kelurahan Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Selasa (2/8/2022) hari ini.

Dari penuturan Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika melalui Kapolsek Ungaran, Kompol Gunawan Wibisono, korban ditemukan meninggal di bawah tangga menuju lantai 2 rumah itu.

“Kami mendapat laporan dari keluarga korban bahwa salah satu anggota keluarganya gantung diri di dalam rumah.

Baca juga: Penderitaan Bocah 12 Tahun, Diperkosa Ayah Kandung Selama Setahun dan Dipaksa Melayani Teman Pelaku

Baca juga: Klasemen Pekan Kedua Liga 1 2022, Madura Tak Tergeser, PSIS Nyaris Zona Degradasi, Persis Juru Kunci

Pemeriksaan awal dilakukan oleh unit INAFIS Polres Semarang dan tenaga medis dari Puskesmas Leyangan Kecamatan Ungaran Timur,” ungkapnya kepada Tribunjateng.com.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban ditemukan pertama kali oleh saudara korban, Tarono (31) pada sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat itu Tarono hendak membangunkan korban namun melihat korban sudah dalam keadaan tergantung.

Kompol Gunawan melanjutkan bahwa sesuai keterangan yang didapat dari para saksi, AK sejak tiga bulan lalu sudah mengutarakan niatnya untuk bunuh diri.

“Karena tidak mau menjadi beban keluarga di umurnya yang sudah menginjak 31 tahun.

Atas permintaan keluarga, untuk jenazah langsung kita serahkan kepada keluarganya kembali untuk dimakamkan,” pungkasnya.

DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.

Warga Semarang dan Jawa Tengah bisa menghubungi RSJ Amino Gondohutomo Semarang telp (024) 6722565 atau RSJ Prof Dr Soerojo Magelang telp (0293) 363601. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved