Berita Slawi

Ruwat Bumi Guci Tegal Berlangsung Meriah dan Lancar, Bupati Umi: Momen Wujud Rasa Syukur

Kegiatan seni budaya Ruwat Bumi Guci Kabupaten Tegal berlangsung meriah, lancar, dan warga sangat antuasis mengikuti semua rangkaiannya. 

desta leila kartika
Prosesi ritual ngadusi wedus kendit yang menjadi salah satu rangkaian dalam rangka Ruwat Bumi Guci yang diadakan setahun sekali. Berlokasi di area Pancuran 13 DTW Guci Kabupaten Tegal, Selasa (2/8/2022). 

Adapun ruwat bumi ini, dikatakan Umi  menyadarkan bahwa ada yang lebih berkuasa dalam menentukan hidup dan kehidupan ini beserta seluruh isinya, yaitu Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Artinya, diwajibkan untuk bersyukur sekaligus memohon perlindungan agar terhindar dari segala marabahaya yang dapat mengancam keselamatan umat, baik itu yang datangnya dari alam maupun dari diri kita sendiri.

"Terakhir, saya titip pesan agar Ruwat Bumi Guci ini terus dilestarikan, dikembangkan, dan dikemas semakin apik lagi, serta dipromosikan lebih gencar lagi. Kedepan, saya ingin tradisi Ruwat Bumi ini sebagai agenda tahunan tercatat dalam listing wisata budaya nasional, minimal di regional Jawa Tengah," pesan Umi. 

Jelang Ruwat Bumi Guci, Umi menginginkan sudah harus menghiasi hastag Pesona Indonesia di media sosial dan pemberitaan online. 

Agenda Ruwat Bumi Guci harus menjadi viral, menjadi agenda yang dinanti publik, ditunggu-tunggu pencinta pariwisata, utamanya mereka yang ada di luar daerah. 

Untuk itu, kerjasama yang baik dan kolaborasi semua pihak menjadi kunci keberhasilannya. 

"Semoga kegiatan Ruwat Bumi ini membawa manfaat, keberkahan, serta kemaslahatan kita semua. Kabupaten Tegal, mbangun berkah, gawe bungah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal Akhmad Uwes Qoroni, mengungkapkan ritual adat Ruwat Bumi Guci ini merupakan acara tradisi turun temurun yang sudah dilaksanakan oleh warga Desa Rembul dan Desa Guci setiap tahunnya pada bulan muharram (syura).

Sedangkan tujuan diselenggarakannya Ruwat Bumi adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt, tuhan yang maha esa atas segala karunia, kemakmuran, dan keselamatan yang diberikan kepada warga masyarakat area Guci Kabupaten Tegal.

Sementara kegiatan ini, melibatkan beberapa pihak seperti Dinas Porapar Kabupaten Tegal, pemerintah desa, pelaku usaha wisata, masyarakat Desa Rembul dan Desa Guci, serta stakeholder.


"Rangkaian kegiatan adat Ruwat Bumi Guci sudah dilaksanakan sejak Senin (1/8/2022) kemarin dan berakhir Selasa (2/8/2022) ini. Diawali dengan istighosah, ritual memandikan dan menyembelih kambing kendit, upacara ruwat bumi, kirab gunungan hasil bumi, tumpengan, gendingan jawa, dan diakhiri hiburan rakyat," jelas Uwes.

Melalui kegiatan adat ini, Uwes berharap semakin menebalkan keimanan kepada Allah Swt.

Selain itu, juga menebalkan komitmen bersama melestarikan alam, guyub rukun hidup bermasyarakat, serta komunikasi yang sinergis antara pemerintah dengan masyarakat, terutama tokoh agama, adat, dan tokoh masyarakat.

Terutama dalam hal membangun Kabupaten Tegal yang lebih sejahtera dengan slogan "Mbangun berkah gawe bungah."

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved