Berita Sragen

Pelayanan Adminduk Disdukcapil Sragen akan Diintegrasikan ke Sejumlah Pelayanan

Disdukcapil Kabupaten Sragen akan integrasikan sistem antrean online (Si Anton).

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Suasana FGD di aula pertemuan Kantor Disdukcapil Sragen yang diikuti sejumlah stakeholder Disdukcapil. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sragen akan integrasikan sistem antrean online (Si Anton) yang pernah diluncurkan satu tahun lalu.

Kepala Disdukcapil, Adi Siswanto mengatakan integrasi ini berupa akses pendaftaran baik online maupun offline akan menggunakan satu aplikasi yakni, Si Anton.

"Aplikasi si Anton yang pernah kami luncurkan nanti ada perubahan, jadi pemohon baik online maupun offline daftarnya lewat satu aplikasi itu," kata Adi ketika menyelenggarakan FGD di aula pertemuan Disdukcapil.

Sistem antrian online maupun offline itu, kata Adi akan otomatis terekam setiap pemohon yang telah melakukan sistem pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk).

"Mereka mau mencari apa atau memohon apa akan terekam, yakni cukup memasukan nama, NIK, dan nomor ponsel. Kalau sudah terekam datanya maka ketika suatu saat mengajukan permohonan adminduk lagi maka tahapannya akan lebih mudah," terang Adi.

Adi melanjutkan selain integrasi antrian, pihaknya juga akan mengintegrasikan pemohon yang mengajukan pelayanan Adminduk lewat pelayanan administrasi kependudukan (Pandu) online, nanti akan berintegrasi dengan si Anton.

Agar itu bisa dilakukan, Adi mengatakan pihaknya harus membuat instrumen yang terhubung. Dengan ini, pihaknya akan bisa menghitung berapa pelayanan dalam satu hari yang bisa dilakukan.

Selain itu juga akan aplikasi pelaporan kematian langsung terbit akta (Pelita) tidak hanya di rumah sakit, namun juga akan bisa diakses sampai ke desa.

Aplikasi permohonan penerbitan akta (Barata) dikatakan Adi juga akan bisa diakses sampai ke tingkat bidan desa yang notabennya melayani persalinan.

"Yang selanjutnya penentuan waktu, ini yang belum bisa kita sampaikan karena harus dihitung start darimana dan finish dimana? Ketika pelayanan Adminduk semisal 15 menit, kami harus siapkan instrumen selama 15 menit," katanya.

Inovasi ini dikatakan Adi sebagai terobosan Disdukcapil untuk melayani masyarakat agar tidak perlu berbondong-bondong datang ke kantor Disdukcapil. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved