Berita Pekalongan

Pemkot Pekalongan Rutin Sidak Pasar dan Toko Kelontong Cegah Peredaran Rokok Ilegal 

Wali Kota sebut Pemkot Pekalongan berkomitmen untuk tegakkan peredaran rokok ilegal. 

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: sujarwo
Dinkominfo Kota Pekalongan
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid (kiri) bersama Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Tegal Egah Fuad Kurniawan (kanan), saat berbincang terkait rokok ilegal dalam talk show di Radio Kota Batik, Rabu (3/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen untuk menegakkan peredaran rokok ilegal. 

Berdasarkan catatan dari Bea Cukai Tegal, memang tidak ada temuan rokok ilegal di Kota Pekalongan, sejak Januari- Juni 2022.

Tetapi, ia menilai, Pemkot Pekalongan harus terus waspada. 

Sebab Kota Pekalongan menjadi jalur distribusi peredaran rokok ilegal. 

"Pemerintah Kota Pekalongan melalui Satpol P3KP Kota Pekalongan juga rutin menggelar sidak ke pasar-pasar dan toko kelontong bekerja sama dengan Bea Cukai Tegal. Hal lain yang dilakukan adalah melalui sosialisasi yang menyasar berbagai elemen masyarakat," kata Aaf, dalam talk show di Radio Kota Batik, Rabu (3/8/2022).

Aaf menegaskan, masyarakat Kota Pekalongan juga dilarang membeli rokok ilegal.

Karena itu sangat merugikan negara. 

Ia mencontohkan, dari 100 juta batang rokok ilegal yang ditemukan oleh Bea Cukai Tegal, kerugian yang dialami negara mencapai Rp 600 juta. 

"Dari dana cukai ini, Kota Pekalongan telah menerima bantuan dana untuk kegiatan pelatihan keterampilan. Seperti beberapa waktu lalu pelatihan dengan dana Bea Cukai digelar di UPTD BLK Kota Pekalongan," ungkapnya. 

Sementara itu, Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Tegal, Egah Fuad Kurniawan mengatakan, ada beberapa kriteria rokok bisa dikatakan sebagai rokok ilegal.

Antara lain karena tidak ada pita cukai dan pita cukai palsu atau bekas.

Lalu bisa juga karena kemasan rokok tidak sesuai peruntukan, misalnya kemasan isi 20 batang tetapi hanya berisi 12 batang.

Sementara untuk membedakan asli atau palsunya pita cukai, itu menggunakan alat khusus. 

"Jika masyarakat di lapangan menemukan rokok ilegal, silakan lapor ke Pemerintah Kota Pekalongan atau Bea Cukai Tegal. Jangan sampai rokok ilegal ini merugikan banyak orang. Stop peredaran rokok ilegal," tegasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved