Berita Nasional

Pengacara Kaget, Istri Irjen Ferdy Sambo Ternyata Sudah Diperiksa 3 Kali: Katanya Depresi?

Kuasa Hukum atau pengacara keluarga Brigadir J, Eka Prasetya kaget saat mengetahui kalau istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, ternyata sudah ti

Editor: m nur huda
FACEBOOK/Roslin Emika
Istri Kadiv Propam nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawati (tengah) 

TRIBUNJATENG.COM - Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sudah diperiksa sebanyak tiga kali oleh  polisi terkait kasus tewasnya Brigadir J.

Adanya kabartersebut membuat kuasa Hukum atau pengacara keluarga Brigadir J, Eka Prasetya kaget.

Eka Prasetya heran lantaran berdasarkan pengakuan kuasa hukumnya, Putri Candrawathi mengalami trauma hingga depresi.

Bahkan, Putri Candrawathi beberapa kali mangkir dari panggilan LPSK.

Hal itu bahkan membuat permohonan perlindungan Putri Candrawathi ke LPSK ditolak.

Pengakuan pengacara Putri Candrawathi yang menyebut kliennya sudah diperiksa tiga kali membuat pihak keluarga Brigadir J heran.

Baca juga: Potret Putri Candrawathi Akhirnya Perdana Muncul ke Publik: Saya Tulus Mencintai Suami Saya

Baca juga: Detik-detik J ART di Cilacap Ditemukan Meninggal di Rumah Majikan, Kondisi Berlumuran Darah

Kuasa Hukum atau pengacara keluarga Brigadir J, Eka Prasetya
Kuasa Hukum atau pengacara keluarga Brigadir J, Eka Prasetya (Tribunnews)

Sebelumnya, Kuasa Hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak sampai menawarkan diri untuk berbicara dengan Putri Candrawathi.

Di publik, pengacara Putri Candrawathi kerap menyatakan kalau kliennya itu tidak bisa bertemu dengan siapapun karena trauma bahkan depresi.

Diketahui Brigadir J tewas pada Jumat (8/7/2022) di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Namun kasus tersebut baru mencuat ke publik pada Senin (11/7/2022).

Dilansir dari Tribun Corner di Youtube Tribunnews.com Sabtu (6/8/2022), Hukum keluarga Brigadir J, Eka Prasetya mencurigai ada kelompok yang merencanakan kematian Birgadir J sejak lama.

"Dari kejadian hari Jumat (8/7/2022) sampai Senin (11/7/2022), artinya ada Sabtu dan Minggu, inilah yang kami curigai sebagai silent operation. Ada kelompok-kelompok yang mengeset ini semua, sehingga bilang CCTV disambar petir, sehingga bilang bahwa hp hilang, dan pakaian yang melekat entah di mana," bebernya.

Ia menuturkan bahwa hingga saat ini, kuasa hukum tidak mengetahui di mana keberadaan pakaian yang dikenakan Brigadir J saat ditembak Bharada E.

"Kami kemarin kan di BAP, dan kami masukkan itu dalam BAP. Karena kami tidak dapat keterangan satu pun dari penyidik," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved