Berita Internasional

Iran Tetap Dukung Palestina: Israel Akan Bayar Mahal Atas Kejahatannya 

Iran memastikan Palestina tidak sendirian dalam perjuangan mereka melawan Israel. Hal itu diungkapkan Kepala IRGC Iran, Mayor Jenderal IRGC, Hossein S

Editor: m nur huda
AFP/MAHMUD HAMS
Warga Palestina memeriksa reruntuhan bangunan yang runtuh akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, Sabtu (6/8/2022). Iran memastikan Palestina tidak sendirian dalam perjuangan mereka melawan Israel. 

TRIBUNJATENG.COM - Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran memastikan Palestina tidak sendirian dalam perjuangan mereka melawan Israel. Hal itu diungkapkan Kepala IRGC Iran, Mayor Jenderal IRGC, Hossein Salami, seperti dilansir Aljazeera.

"Hari ini, semua kemampuan jihad anti-Zionis berada di tempat kejadian dalam formasi bersatu, yang bekerja untuk membebaskan Yerusalem, dan menegakkan hak-hak rakyat Palestina," katanya, dalam sebuah pernyataan di situs web Sepah News, Sabtu (6/8).

"Kami bersama Anda (Palestina) di jalan ini sampai akhir, dan biarkan Palestina dan warga Palestina tahu bahwa mereka tidak sendirian," katanya, kepada pemimpin kelompok Jihad Islam, Ziad al-Nakhala, selama pertemuan mereka di Teheran.

Israel mengatakan telah meluncurkan operasi "pendahuluan" terhadap Jihad Islam pada hari Jumat untuk mencegah serangan yang akan segera terjadi setelah beberapa hari ketegangan di sepanjang perbatasan Gaza.

"Israel akan membayar harga mahal atas kejahatannya baru-baru ini. Perlawanan Palestina lebih kuat hari ini daripada di masa lalu," kata Salami, sambil menambahkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata telah menemukan kemampuan untuk mengelola perang besar.

Kementerian luar negeri Iran mengutuk juga serangan brutal Israel di Gaza. Presiden Iran Ebrahim Raisi menyatakan, Israel sekali lagi menunjukkan sifat pendudukan dan agresifnya kepada dunia, menurut sebuah pernyataan dari kantornya.

Iran diketahui adalah pendukung Jihad Islam. Israel menuduh Iran menyelundupkan senjata ke kelompok-kelompok Palestina di Gaza.

Pada Maret tahun lalu, Israel mencegat dua pesawat tak berawak Iran yang sarat dengan senjata untuk Gaza.

Jihad Islam bersekutu dengan Hamas, tetapi sering bertindak secara independen. Hamas telah berperang empat kali dengan Israel sejak menguasai Gaza pada 2007, termasuk konflik Mei tahun lalu.

Hamas telah memerintah Gaza sejak perang singkat dengan faksi saingannya Fatah pada 2007, dan terus menguasai banyak aspek kehidupan di Jalur Gaza.

Hamas dan Jihad Islam masing-masing menembakkan roket ke Israel selatan dan tengah selama putaran pertempuran akhir pekan lalu.

Di sisi lain, Gaza tetap berada di bawah blokade oleh Israel dan Mesir sejak pengambilalihan Hamas.

Kemudian, kelompok hak asasi dan LSM secara teratur melaporkan bahwa blokade tersebut merupakan hukuman kolektif bagi penduduk yang memiliki sedikit kebebasan bergerak.

Nasib Israel tetap menjadi pusat negosiasi atas Gaza sejak saat itu. Dua warga Israel ditahan di Gaza, satu di antaranya muncul dalam video beberapa bulan lalu.

Hamas diyakini ingin memperdagangkan Israel untuk sejumlah tahanan yang tidak ditentukan, yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Rilis tersebut telah menjadi fitur kesepakatan gencatan senjata selama konflik masa lalu. (Tribunnews/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved