Berita Salatiga

Ojek Online Lokal Salatiga Mendapat Apresiasi Kemenparekraf, Sahono: Dapat Orderan Tangkap Cicak

Transportasi ojek online di Indonesia semakin menjamur dan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Tribunjateng.com/Ist.
Ilustrasi ojek online lokal Salatiga, Jeggboy dan Girl, Selasa (8/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Transportasi ojek online di Indonesia semakin menjamur dan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Di Kota Salatiga memiliki Ojek Online (Ojol) lokal yakni Jeggboy dan Girl yang tahun ini mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam ajang Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) masuk 20 besar.

Pengelola Jeggboy dan Girl,  Sri Sahono mengatakan harus bersaing ketat dengan Ojol yang sudah punya nama besar serta segenap ide dirinya curahkan selama enam tahun.

Jeggboy dan Girl juga memberikan pelayanan yang ojol lain tidak bisa atau memiliki nilai lebih.

Seperti berbelanja di pasar tradisional, membeli makanan di pedagang kecil tradisional, dan servise handphone.

“Orderan yang unik banyak, kalau musim nikahan banyak yang meminta untuk ditemani kondangan,” kata Sahono kepada Tribunjateng.com, Selasa (9/8/2022).

“Hampir tiap hari juga ada yang minta nangkapin entah tokek dan cicak di rumah.  Kalau musim penghujan minta mindahin jemuran,” imbuhnya.

Ada juga beberapa inovasi yang dirinya lakukan yakni driver adalah anak muda di bawah 35 tahun, tidak boleh merokok serta biasa request misalnya penumpang perempuan minta driver perempuan.

“SOP yang kami miliki ketat,” jelasnya.

Saat ini Sahono mengaku ada sekiar 230 driver Jeggboy & Girl.

Jumlah tersebut 30 persen adalah mahasiswa, untuk cari pekerjaan sampingan. Terkait order juga bisa melayani sampai ke pelosok.

Selain itu tidak perlu menggunakan aplikasi karena Jeggboy & Girl bisa pesan melalui nomor center WhatsApp.

Hal tersebut memudahkan  masyarakat yang kurang tersentuh teknologi. Salah satunya adalah pedagang tradisional.

“Pasar tradisonal yang selama ini belum tersentuh teknologi, kita bisa melayani,” paparnya.

Terkait harga, tarifnya adalah Rp 10 Ribu untuk lima kilometer pertama. Terkesan lebih mahal dibanding ojol lain. Namun tidak ada kenaikan harga dari pedagang.

“Jadi jatuhnya malah lebih murah,” ucapnya.

Sahono mengaku akan invasi ke daerah lain utamanya adalah sekitar Salatiga seperti Kabupaten Semarang dan Boyolali.

Boyolali menurutnya menjadi tetap yang sangat berpotensi untuk mulai merambah ke daerah lain. (han)

Baca juga: 83 ribu Bibit Kelapa Genjah Bakal Ditanam di Sukoharjo, Bupati Etik Siapkan 1000 Hektar Lahan

Baca juga: Kebakaran Lahan Kosong Dekat Pemukiman Warga di Karanganyar, Bermula Dari Bakar Sampah

Baca juga: Cerita Pemancing Ikan di Banjir Kanal Barat Semarang, Imron : Pemancing Dituntut Tahan Segala Cuaca

Baca juga: Kejanggalan Detik-detik Jelang Brigadir J Ditembak, Para Ajudan Bercanda dengan Korban, Diskenario?

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved