Berita Sragen

Transaksi Keuangan di SMP Birrul Walidain Sragen Gunakan Digital Cashless

SMP Birrul Walidain Sragen kini gunakan digital cashless dalam segala transaksi.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – SMP Birrul Walidain Sragen kini gunakan digital cashless dalam segala transaksi keuangan di lingkungan sekolah.

Para siswa dan guru hanya perlu menggunakan kartu untuk segala transaksi.

Kepala SMP Birrul Walidain Sragen, Amir mengatakan digital cashless merupakan salah satu inovasi pihaknya untuk mengikuti perkembangan teknologi termasuk dunia transaksi ekonomi.

"Kami mencoba inovasi membuat digital cashless dengan tujuan anak-anak ketika transaksi di sekolahan khususnya jual beli bisa lebih praktis, lebih cepat, tidak perlu antri," kata Amir, Selasa (9/8/2022).

Tidak hanya transaksi keuangan, kartu ini juga bisa digunakan untuk presensi kehadiran 309 siswa dan 32 guru dan karyawan, kartu untuk meminjam buku di perpustakaan hingga kunci ruangan.

"Kartu ini bukan hanya untuk pembayaran, kita sebut kartu multiguna. Selain pembayaran keuangan di sekolah untuk presensi, kemudian sebagai pinjam buku di perpustakaan dan macam-macam," lanjut Amir.

Amir mengatakan kartu digital cashless ini sudah diuji coba sejak tahun lalu, tetapi belum seluruh siswa. Untuk tahun ajaran baru ini seluruh siswa dan guru wajib menggunakan kartu digital cashless.

Tidak hanya digunakan di lingkungan sekolah, Amir mengatakan kartu ini bisa digunakan untuk membayar di swalayan lain hingga pembayaran e-toll.

Sementara itu, siswa dan guru hanya perlu top up (isi ulang) di kantin sekolah juga di Kantor Tata Usaha (TU). Bahkan top up bisa dilakukan dengan transfer e-banking dan di penyedia jasa lainnya.

Kunci Ruangan

Kartu ini, dikatakan Amir juga bisa sebagai kunci ruangan nantinya. Dirinya mengaku, pihaknya sedang mengupayakan dan dikembangkan sebagai kunci ruangan.

"Ke depan bisa digunakan sebagai pintu ruangan. Jadi anak kelas berapa tidak bisa masuk kelas lain termasuk ruang-ruang tertentu nanti bisa kita gunakan."

"Misalnya ruang bendahara, ruang kepala, ruang server barang-barang penting sekolah tidak semua orang bisa masuk," katanya.

Adanya kartu digital cashless ini disambut baik Alfin Putra siswa kelas 8D, dirinya mengaku adanya kartu ini lebih mempermudah transaksi dan tentunya lebih canggih. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved