Breaking News
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ukraina Makin Berani, Pangkalan Militer Rusia di Krimea Meledak

seorang pejabat senior Ukraina mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, tetapi tidak memberikan rincian lebih lengkap.

Editor: Vito
Twitter
Pangkalan Udara Rusia, Saky di Krimea hancur karena beberapa ledakan besar, Selasa (9/8/2022). Insiden yang menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai beberapa orang lain itu diakui sebagai satu langkah Ukraina merebut kembali Krimea dari tangan Rusia. 

TRIBUNJATENG.COM, KRIMEA - Ukraina dalam beberapa waktu terakhir telah menunjukkan kemampuannya untuk menyerang lebih dalam ke wilayah yang dikuasai Rusia menggunakan artileri roket HIMARS, bantuan Amerika Serikat (AS), yang memiliki jangkauan sekitar 50 mil.

Terbaru, Ukraina menyerang sebuah pangkalan udara Rusia di Krimea, yang menyebabkan kehancuran karena beberapa ledakan besar. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya satu orang, dan beberapa orang lain terluka.

Belum dapat dipastikan apakah situs tersebut merupakan sasaran serangan rudal jarak jauh Ukraina. Namun, seorang pejabat senior Ukraina mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, tetapi tidak memberikan rincian lebih lengkap.

Sementara, Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, membantah Kyiv bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Serangan itu memicu pertanyaan tentang bagaimana situs yang berada lebih dari 100 mil (160 kilometer) dari garis depan mendapat serangan.

"Kami mengalami ledakan di lapangan terbang. Semua jendela pecah," kata Wakil Kepala Pemerintah setempat, Viktoria Kazmirova, kepada TASS.

Dikutip The Guardian, beberapa video beredar di media sosial menunjukkan ledakan dan awan hitam membentuk jamur terlihat dari pangkalan militer Saky, Novofedorivka pada Selasa (9/8/2022) sore.

Lokasi pangkalan itu dekat dengan kawasan wisata resor tepi laut, yang populer di kalangan turis Rusia. Turis Rusia yang berlibur di pantai terdekat terlihat takut dan pergi melarikan diri saat api besar dan asap membubung di atas cakrawala tampak dari kejauhan, disertai bunyi ledakan keras.

Penduduk setempat mengatakan kepada satu situs berita Rusia bahwa ledakan berlangsung selama satu jam. Saksi mata mengaku mendengar setidaknya 12 kali ledakan.

Para netizen di Ukraina berspekulasi bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh rudal jarak jauh yang ditembakkan oleh pasukan Kyiv.

Novofedorivka dan Saky berjarak sekitar 50 km utara pelabuhan Sevastopol, rumah Armada Laut Hitam Rusia, yang memimpin blokade garis pantai Ukraina.

Selama perang, Pangkalan Udara Saky digunakan sebagai markas jet-jet tempur Rusia untuk menyerang daerah-daerah di Ukraina selatan dalam waktu singkat.

Pemimpin Krimea, Sergey Aksyonov melaporkan, ambulans dan helikopter medis dikerahkan ke Pangkalan Udara Saki, dan otoritas menutup area radius 5 kilometer dari pangkalan.

Ia menyatakan, satu orang tewas. Sedangkan otoritas kesehatan Krimea mengonfirmasi ada enam orang terluka, satu di antaranya masih dirawat di rumah sakit.

Selama perang, Rusia telah melaporkan banyak kebakaran dan ledakan di tempat penyimpanan amunisi di wilayah-wilayahnya yang berdekatan dengan perbatasan Ukraina.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved