Berita Semarang
Telkom Kolaborasi dengan Pemkot Semarang Rebranding SDK Jadi Indigospace SDK
PT Telkom Indonesia Tbk berkolaborasi dengan Pemkot Semarang melakukan rebranding.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Telkom Indonesia Tbk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang melakukan rebranding terhadap gedung Semarang Digital Kreatif (SDK) menjadi Indigospace SDK.
Gedung SDK sendiri sebelumnya merupakan co-working space yang mempertemukan para komunitas digital di Kota Semarang.
Dengan pembaruannya menjadi Indigospace SDK, cakupan komunitas kini tak hanya digital ataupun start-up saja, tetapi disebut akan menjadi wadah bagi seluruh komunitas kreatif yang ada di Kota Semarang.
"Ini menjadi kebermanfaatan untuk membantu mendigitalisasi potensi bisnis yang ada di Semarang khususnya dan Jateng pada umumnya. Sehingga kami come up untuk menaikkan menjadi Indigospace SDK yang menjadi satu tempat sarasehan baik start up digital, komunitas kreatif, maupun UMKM yang membutuhkan digitalisasi produk-produknya untuk go nasional maupun global.
Karena kami melihat Semarang ini ternyata banyak komunitas kreatif. Sementara rekan-rekan UMKM ketika going online, mereka mengalami kesulitan dua hal yaitu membuat packaging menarik dan foto produk," kata Executive Vice President Digital Business & Technology PT Telkom Indonesia Saiful Hidajat saat peluncuran Indigospace di jalan Empu Tantular Semarang, Senin (15/8/2022).
Disebutkan lebih lanjut, Indigospace SDK merupakan Indigospace ke-16 yang dikembangkan Telkom Indonesia di Semarang setelah dilakukan di 15 kota.
Adapun Indigospace merupakan bagian dari program indigo, yang dalam hal ini indigospace sebagai tempat pertemuannya.
Direktur Digital Busniness Telkom Indonesia Muhammad Fajrin Rasyid menyatakan, terus dilakukannya pengembangan sebab saat ini digitalisasi merupakan hal penting.
Berkaca pada saat pandemi Covid-19, menurut dia hal cukup memberikan bukti adanya efek digitalisasi bagi perekonomian, khususnya untuk para pelaku UMKM.
"Kita lihat saat pandemi, sejumlah UMKM tutup gara-gara pandemi dan biasanya mereka belum memanfaatkan digital. Berdasarkan data, bagi mereka yang memanfaatkan digital tingkat survivalnya 80 persen bahkan ada yang menunjukkan peningkatan hingga 4 kali lipat. Jadi pandemi ini meningkatkan digitalisasi dan membuat aplikasi tidak mudah," jelasnya mengungkap alasan diluncurkan Indigospace termasuk Indigospace SDK.
Sementara itu Fajrin melanjutkan, program Indigo sendiri telah digagas sejak tahun 2013 lalu. Adapun program ini diharapkan dapat menjadi one stop solution untuk para komunitas digital maupun UMKM.

"Indigospace di Semarang, yang berbeda di sini keterlibatan atau kerjasama antara komunitas digital dan UMKM. Saya lihat UMKM Kota Semarang mulai melakukan fasilitas ini, mulai yang paling sederhana foto produk yang bagus, deskripsi prosuk, hingga yang lebih advance bagaimana bikin website atau platform sendiri. Kolaborasi ini yang sudah saya lihat dengan baik antara indigo dengan Pemkot Semarang," terangnya.
Di sisi itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan, SDK telah berdiri sejak tahun 2016 lalu bekerjasama dengan Telkom.
Adapun SDK didirikan untuk mendukung kreativitas anak muda di Kota Semarang.
Ia mengaku yakin dengan berbagai kemajuan yang ada di Kota Semarang saat ini dapat memberikan manfaat bagi Kota Semarang.