Berita Semarang

719 Warga Binaan di Lapas Kelas I Semarang Terima Remisi Kemerdekaan 

Ratusan warga binaan di Lapas Kelas I Semarang mendapatkan remis. Remisi tersebut diberikan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
Dok Lapas Kelas I Semarang
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, bersama Kepala Lapas Kelas I Semarang, Tri Saptono Sambudji, dan jajaran Lapas Kelas I Semarang, berfoto bersama dalam pemberian remisi ke warga binaan di Lapas Kelas I Semarang, Rabu (17/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan warga binaan di Lapas Kelas I Semarang mendapatkan remis.

Remisi tersebut diberikan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Warga binaan yang mendapat remisi juga dinyatakan telah memenuhi persyaratan.

Data dari Lapas Kelas I Semarang, 719 warga binaan yang mendapat remisi tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya Kepala Lapas Kelas I Semarang, Tri Saptono Sambudji, menjelang syarat substantif dan administratif telah dipenuhi kepada ratusan warga binaan yang mendapat remisi.

"Dalam persyaratan itu mereka wajib berkelakuan baik dengan dibuktikan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu enam bulan terakhir," katanya, Rabu (17/8/2022).

Khusus narapidana tindak pidana korupsi yang mendapat remisi, dijelaskannya sudah membayar lunas denda dan uang pengganti.

"Ada 3 narapidana teroris yang mendapatkan remisi. Mereka telah mengucapkan Ikrar Setya terhadap NKRI dan mengikuti program pembinaan dengan baik di lapas," paparnya.

Lebuh lanjut, Kalapas merinci ratusan narapidana yang mendapatkan remisi saat hari kemerdekaan ini.

"Narapidana yang kami usulkan remisi terdiri dari 368 kasus pidana umum, 336 kasus narkoba, tiga kasus teroris, dan dua belas kasus tipikor," ujarnya.

Tak hanya rincian jumlah narapidana, Tri juga memaparkan masa remisi yang diberikan ke ratusan warga binaan.

"Yang mendapatkan remisi beragam mulai dari 1 bulan hingga 6 bulan dan 5 orang langsung bebas karena telah selesai menjalani masa pidananya," imbuhnya.

Ditambahkannya, remisi yang diberikan ke ratusan warga binaan sesuai peraturan yang telah ditetapkan.

"Yaitu dengan melampirkan laporan perkembangan pembinaan sesuai dengan Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN)," terangnya. (*)

Baca juga: Pembangunan Jalan Tol Demak-Jepara Diprediksi Akan Lewati 5 Kecamatan Ini

Baca juga: FE Unnes Adakan Konferensi Internasional Kelima Secara Daring, Forum Ilmiah untuk Bertukar Gagasan

Baca juga: PPP Blora Targetkan 7 Kursi di Pileg 2024

Baca juga: Bendera Merah Putih Raksasa Sebesar 45x17 Meter Dibentangkan di Tebing Bukit Ungaran Semarang

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved