Berita Semarang

Buntut Dijegal Meraih Gelar Guru Besar Undip, Diana Gugat Mantan Suami untuk Menafkahi Anaknya

Seorang dosen Undip meminta pertanggung jawaban mantan suaminya yang berprofresi.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Diponegoro Diana Rachmawati (hijab) didampingi pengacaranya Maria Goretti Etik Prawahyanti menunjukkan gugatan yang dilayangkan mantan suaminya. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terjegal meraih gelar profesor, Seorang Dosen  Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas  Diponegoro Diana Rachmawati meminta pertanggung jawaban mantan suaminya yang berprofresi sama. 

Diana yang saat ini menyandang gelar Doktor dijegal oleh mantan suaminya juga mengajar di fakultas sama. 

Mantan suaminya, kata dia, menyebarkan isu tak sedap hingga membuat gelar guru besar yang akan diraihnya tersendat. 

Buntut  dari penjegalan tersebut, Diana  menggugat mantan suaminya  Haerudin untuk memenuhi kewajiban menafkahi anak bungsu sebagaimana tercantum dalam amar putusan perceraian paska putusan perceraian di pengadilan agama Demak.

Melalui penasehat hukumnya, Maria Goretti Etik Prawahyanti mengatakan,  klien dan mantan suaminya  resmi bercerai pada 2011 lalu di Pengadilan Demak.

Pada putusan tersebut disebutkan bahwa dari ketiga anak mereka hanya ada satu anak yang menjadi tanggung jawab mantan kliennya.

"Tergugat harus bertanggung jawab memberikan nafkah minimal Rp 750 ribu per bulan. Tapi dari putusan pengadilan hingga saat ini yang bersangkutan tidak pernah memberikan nafkah. Putusan itu berkekuatan hukum tetap pada 6 Desember 2011," tutur dia saat ditemui tribunjateng.com, Jumat (19/8/2022).

Menurutnya, selama kliennya berusaha membiayai sendiri ketiga anaknya selama berpisah dengan mantan suaminya.  Sang anak juga telah meminta suami kliennya, namun tidak memberikan tanggapan yang baik.

"Ibunya juga pernah mengantar ke sana (suami) tetapi tidak pernah diberi daripada anak-anak sakit lebih baik klien saya berupaya untuk memenuhi kebutuhan. Kami juga banding dan kasasi tapi tidak dilanjut menunggu sadar," tutur dia.

Namun saat ini ia mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) kepada suami kliennya tersebut karena tidak melaksanakan putusan pengadilan agama. Total kerugian yang dialami kliennya sebesar Rp 900 juta.

"Kami menuntut hak untuk anak. Kami akumulasikan dari sejak tidak diberi nafkah dari tahun 2008 hingga sekarang," ujar dia.

Sementara itu Diana menyebut mantan suaminya selain tanggung jawab sebagai seorang bapak, Haerudin juga menyebarkan isu tak baik di lingkungan mereka bekerja. Hal ini menyebabkan Diana terjegal untuk meraih gelar Profesor karena terganggu pelanggaran kode etik non akademis.

"Saya dituding tinggal serumah dengan teman saya tanpa menikah, padahal itu tidak benar sama sekali," ujarnya.

Pihaknya sudah menghubungi dekan fakultas tersebut namun tidak kunjung mendapatkan jawaban pasti.

Proses mediasi di Pengadilan Negeri Semarang pada 16 Agustus lalu juga tidak membuahkan hasil lantaran pihak Haerudin tidak hadir. 

Sementara pihak kuasa hukum Haerudin, Muhammad Rifai, membenarkan kliennya digugat oleh pihak Diana yang merupakan mantan istri. Pihaknya saat ini masih mendalami tuntutan dari pihak Diana. 

"Tanggal 24 Agustus nanti memang betul akan ada proses mediasi lanjutan, sekarang saya tidak bisa bicara sebab masih kami pelajari," tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved