Berita Sragen

Harga Ayam Potong di Pasar Bunder Sragen Naik, Capai Rp 37 Ribu Per Kilogram

Setelah harga telur naik, harga ayam potong ras di Pasar Bunder, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah juga mengalami kenaikan.

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Setelah harga telur naik, harga ayam potong ras di Pasar Bunder, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah juga mengalami kenaikan.

Pantauan Tribunjateng.com di lokasi, kenaikan mencapai Rp 5 ribu per kilogram. Dari harga normal Rp 32 ribu menjadi Rp 37 ribu per kilogram.

Pengakuan itu disampaikan Sriyani ketika berbincang dengan Tribunjateng.com di kiosnya. Kenaikan harga ayam ini membuat lapaknya sepi pembeli.

Kenaikan harga ayam sendiri dikatakan Yani terjadi sejak (15/8/2022) lalu, berbarengan dengan naiknya harga telur. Yani mengaku penurun pembeli di kiosnya mencapai 60 persen dari hari-hari biasa.

Dimana di hari biasa dirinya mampu menjual 200 ekor ayam, untuk saat ini dirinya hanya mampu menjual setengahnya, yakni 100 ekor ayam.

"Lagi sepi (pembeli), turunnya sampai 60 persen. Memang naik harga ayam secara bertahap dari Rp 32 ribu naik bertahap ke Rp 34 ribu sampai Rp 36-37 ribu," kata Yani, Selasa (23/8/2022).

Yani sendiri tidak mengetahui persis apa penyebab harga ayam naik signifikan. Dirinya hanya memperkirakan langkanya ayam di pasaran karena momen kemerdekaan RI.

"Nggak tau ya kenapa harganya naik. Tapi barangnya juga langka, karena 17-an ini mungkin banyak peminatnya, untuk bancaan (syukuran) suronan gitu barangnya memang langka," katanya.

Naiknya harga telur tentu berdampak bagi  keuntungannya yang berkurang. Menurunnya laba penjualannya, membuat omset Yani turun 40 persen.

Yani mengaku, apabila ayam murah per satu kilo dirinya bisa mengambil keuntungan Rp 1 ribu. Namun untuk saat ini hanya Rp 500-700 rupiah.

Karena tidak laku, Yani mengaku banyak sisa ayam yang tidak terjual. Meminimalisir hal tersebut dirinya terpaksa menjual dengan harga murah.

"Sisa ayam jadi banyak sampai dimasukin ke es batu karena ke freezer sudah tidak muat. Apalagi ceker dan kepala ayam saat ini tidak laku," katanya.

Sementara itu Pengawas Perdagangan Ahli Muda Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Diskop UKM dan Perindag Sragen, Kunto Widyastuti mengatakan harga ayam sebenarnya fluktuatif.

"Harga ayam fluktuatif, kalau kita rata-rata. Kadang beda pedagang beda harga. Terkadang harga pagi, siang, sore juga beda-beda," katanya.

Meskipun harga ayam mengalami kenaikan, harga cabai rawit merah saat ini mengalami penurunan. Dari harga Rp 40 ribu menjadi Rp 32 ribu di Pasar Bunder Sragen. (uti)

Baca juga: FULL TIME Persebaya vs PSIS : Nyaris Imbang, PSIS Takluk 1-0 oleh Gol Marselino Ferdinand

Baca juga: Niatnya Dinda, Tukar Uang Baru Emisi 2022 Sampai Karanganyar

Baca juga: Dua Pemain Persis Solo Zanadin dan Erlangga Setyo Dipanggil ke Timnas U-19 di Piala Asia U-20 2023

Baca juga: Kecelakaan Adu Banteng di Kudus, Pengendara Honda CBR 250 Tewas dan Satu Korban Luka Berat

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved