beacukai tanjung emas

Pastikan Transparansi Layanan, Bea Cukai Tanjung Emas Tanda Tangani Pakta Integritas SSm Pengangkut

Bea Cukai Tanjung Emas dukung transparansi serta efisiensi layanan di pelabuhan melalui penandatanganan Pakta Integritas penerapan SSm Pengangkut

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
penandatanganan Pakta Integritas penerapan SSm Pengangkut pada 14 pelabuhan utama, Senin (22/08/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Bea Cukai Tanjung Emas dukung transparansi serta efisiensi layanan di pelabuhan melalui penandatanganan Pakta Integritas penerapan SSm Pengangkut pada 14 pelabuhan utama, Senin
(22/08/2022).

penandatanganan Pakta Integritas penerapan SSm Pengangkut pada 14 pelabuhan utama, Senin (22/08/2022).
penandatanganan Pakta Integritas penerapan SSm Pengangkut pada 14 pelabuhan utama, Senin (22/08/2022). (IST)

Acara ini merupakan bukti pelaksanaan Aksi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi Tahun 2021-2022 yang telah disepakati secara bersama terkait kebijakan pemangkasan birokrasi dan peningkatan layanan di kawasan pelabuhan.

penandatanganan Pakta Integritas penerapan SSm Pengangkut pada 14 pelabuhan utama, Senin (22/08/2022).
penandatanganan Pakta Integritas penerapan SSm Pengangkut pada 14 pelabuhan utama, Senin (22/08/2022). (IST)

Bea Cukai Tanjung Emas sebagai salah satu instansi pemerintah yang memiliki peranan penting dalam arus logistik di Jawa Tengah, selalu melakukan perbaikan dan pembenahan melalui kerjasama dengan seluruh pihak di Pelabuhan Tanjung Emas.

“Ini merupakan langkah Bea cukai yang selalu berkomitmen untuk terus menyediakan pelayanan prima yang bebas dari korupsi, Kami akan selalu berusaha menjamin pelayanan terbaik demi terwujudnya kelancaran proses bisnis dan arus logistik barang di Pelabuhan Tanjung Emas.

Salah satunya dengan melakukan kolaborasi dalam menyediakan  platform logistik transparan yang mampu memberikan kepastian kepada pengguna jasa,” terang Anton Martin selaku Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas.

Penandatanganan Pakta Integritas ini dilakukan oleh instansi pemerintah pada 14 pelabuhan yaitu Kementerian Keuangan,Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Hukum dan HAM, yang disaksikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Koordinator Perekonomian, Sekretariat Kabinet, dan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (STRANAS-PK).

Adapun ke 14 pelabuhan dimaksud adalah Pelabuhan Tanjung Emas, Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, Batam, Dumai, Palembang, Panjang, Banten, Pontianak, Balikpapan, Samarinda dan Kendari.

Program Single Sub-Mission (SSm) Pengangkut merupakan salah satu indikator kriteria implementasi penataan Ekosistem Logistik Nasional sesuai Inpres No. 5 Tahun 2020.

Selain SSm Pengangkut terdapat tujuh kriteria lain, diantaranya utilitas vessel (pemanfaatan aplikasi daftar muatan), SSm Pabean Karantina, Gate System, DO, SP2 Online, Trucking, dan Payment.

Sebagai salah satu pihak yang memiliki perananan penting dalam implementasi penataan Ekosistem Logistik Nasional, Bea Cukai Tanjung Emas akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dan melakukan sosialisasi kepada pengguna jasa untuk dapat memanfaatkan pelayanan SSm Pengangkut sebagai upaya untuk meningkatkan utilitas.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved