PSIS Semarang

Respons PSSI Setelah PSIS Semarang Dilaporkan ke Polisi Karena Diduga Terima Sponsor Judi Online

Buntut laporan dugaan sponsor judi online PSIS Semarang akan dipanggil PSSI. PSIS Semarang tidak sendiri, dua tim lainnya yakni Arema FC dan Persikabo

Editor: rival al manaf
Ariel/Tribun Jateng
Carlos Fortes saat jalani latihan bersama PSIS Semarang di Stadion Citarum Semarang, Rabu (10/8/2022) pagi . Carlos Fortes terus membaik kondisinya dan masuk dalam rencana pelatih untuk laga melawan Persib Bandung dalam laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023, Sabtu (13/8/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Buntut laporan dugaan sponsor judi online PSIS Semarang akan dipanggil PSSI.

PSIS Semarang tidak sendiri, dua tim lainnya yakni Arema FC dan Persikabo 1973 juga akan dipanggil otoritas sepak bola nasional itu. 

Sekjen PSSI Yunus Nusi sendiri membantah PSSI dan PT LIB ikut terlibat dalam kerja sama atau ikut bekerja sama seperti yang dilakukan antara klub dan situs online tersebut.

Baca juga: Ini Alasan Redondo Diganti Wahyu Tri di Babak Kedua Persebaya vs PSIS Semarang

Baca juga: Persis Solo Kalahkan Madura United, Kemenangan Perdana di Kandang

Baca juga: Belum Juga Melatih Persib Luis Milla Harus Lihat Tagar #LuisMillaOut Trending di Twitter

PSSI pun berencana memanggil ketiga klub tersebut untuk dimintai klarifikasi. 

"Kami akan mengundang klub-klub yang dilaporkan tersebut, dan apabila ternyata ini diduga kuat melanggar etis bahkan melanggar hukum, tentu kami akan memanggil karena mereka adalah anggota kami dan akan kami mintai klarifikasi," kata Yunus Nusi seperti dilansir laman resmi PSSI, Selasa (23/8/2022).

Dia lalu menyarankan agar klub-klub yang dilaporkan ke polisi itu untuk menghentikan kerja sama tersebut. 

"Tidak boleh sepak bola itu meresahkan. Jadi dipastikan para anggota kami untuk mengambil langkah terbaik."

"Sebelum ada hal-hal yang meresahkan, saya sarankan agar dihentikan dulu kerja sama itu," ujar Yunus Nusi.

Seperti yang diketahui, Arema FC, PSIS Semarang, dan Persikabo 1973 yang diduga memakai sponsor judi online, telah dilaporkan ke polisi oleh seorang pencinta sepak bola bernama Rio Johan Putra. 

Dalam laporan polisi bernomor, LP/B/0473/VIII/2022/Bareskrim itu, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi juga ikut terseret.

Polisi juga sudah menerima laporan tersebut dengan mengeluarkan laporan polisi bernomor, STTL/301/VIII/2022/Bareskrim tertanggal 22 Agustus 2022.

Dugaan penggunaan sponsor judi online itu dianggap melakukan pelanggaran pidana Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 303 KUHP. 

Dalam undang-undang tersebut dijelaskan, pidana bisa diberikan jika mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan perjudian juncto perjudian atau memberi kesempatan perjudian.

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 6 Panduan Belajar Halaman 38 39 41 43 Tema 7Lagu Daerah

Baca juga: Detik-detik Ponsel Meledak Membakar Kamar Warga Tasikmalaya, Ibu dan Anak Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca juga: Prakiraan Cuaca Cilacap Hari Ini Rabu 24 Agustus 2022 Oleh BMKG, Berawan Sepanjang Hari

Mengenai laporan tersebut, Indonesia Police Watch (IPW) mendukung langkah yang dilakukan Rio.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved