PSIS Semarang

CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi DIlaporkan ke Polisi Dugaan Kasus Sponsor Rumah Judi

CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi Dilaporkan ke Polisi Dugaan Kasus Sponsor Rumah Judi

Penulis: fachri | Editor: galih permadi
DOKUMENTASI PRIBADI
CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi Dilaporkan ke Polisi Dugaan Kasus Sponsor Rumah Judi 

CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi Dilaporkan ke Polisi Dugaan Kasus Sponsor Rumah Judi

TRIBUNJATENG.COM - CEO PSIS Semarang. Yoyok Sukawi dilaporkan ke polisi terkait dugaan kasus rumah judi sebagai sponsor klub sepak bola.

Tak hanya Yoyok Sukawi, Mochamad Iriawan selaku Ketua PSSI, Akhmad Hadian Lukita sebagai Direktur PT LIB, Bimo Wirjasoekarto selalu Ketua Persikabo 1973, dan Gilang Widya Pramana selalu Presiden Arema FC juga turut dilaporkan ke polisi.

Awalnya yang menjadi terlapor adalah nama-nama lembaga dan nama klub, bukan perorangan.

Kemudian pihak Bareskrim Polri meminta kepada pelapor sponsor rumah judi di sepakbola Indonesia, Rio Johan Putra untuk mengubah subyek yang dilaporkannya.

Yoyok Sukawi selaku CEO PSIS.
Yoyok Sukawi selaku CEO PSIS. (IST)

Baca juga: Panser dan Snex Ucapkan Selamat Datang Pada Sosok Ini Buat Gantikan Sergio Tukangi PSIS: Welcome

Baca juga: PSIS Disebut Kerja Sama dengan Judi Online, Ini Respons Manajemen

Baca juga: Sergio Alexandre Dipecat PSIS Semarang, Mahesa Jenar Akan Ditangani Pelatih Lokal Ini

Baca juga: Klasemen PSIS Semarang Anjlok Setelah Kalah dari Persebaya, Peringkat Berapa Mahesa Jenar Sekarang?

Pasalnya, terlapor dalam mengkampanyekan pelegalan judi tersebut tidak boleh korporasi melainkan harus perorangan.

Sehingga, terlapor dalam laporan polisi bernomor: LP/B/0473/VIII/2022/SPKT/Bareskrim Polri mengalami perubahan.

Sebelumnya terlapor adalah PSSI, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dan tiga klub liga 1 masing-masing Persikabo 1973, PSIS Semarang dan Arema FC.

Namun setelah dilakukan perbaikan oleh Bareskrim Polri, terlapornya adalah Mochamad Iriawan selaku Ketua Umum PSSI, Akhmad Hadian Lukita sebagai Direktur PT LIB.

Sementara untuk klub yakni atas nama Bimo Wirjasoekarto selalu Ketua Persikabo 1973, Alamsyah Satyanegara (Yoyok) Sukawijaya sebagai CEO PSIS, dan Gilang Widya Pramana selalu Presiden Arema FC.

Pelapor sendiri telah mendapatkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi bernomor: STTL/301/VIII/2022/Bareskrim, tertanggal 22 Agustus 2022, dalam melaporkan rumah judi dan pelegalan judi melalui promosi di klub sepakbola Indonesia itu.

Dugaan tindak pidananya yaitu mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan perjudian juncto perjudian atau memberi kesempatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 303 KUHP.

Oleh karena itu, Indonesia Police Watch (IPW) yang ikut mendampingi pelapor ke Bareskrim Polri, berharap pelegalan judi di Indonesia melalui klub sepakbola harus diusut secara tuntas dan terang benderang.

Pasalnya, judi sebagai penyakit masyarakat masih dilarang oleh pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved