Fokus

Fokus : Maaf, Tiarap Sementara

SATU kios di kompleks pasar rakyat di wilayah Kabupaten Kendal ini lebih dari sepekan terakhir dalam kondisi sepi pada malam harinya

Penulis: deni setiawan | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/grafis/bram
Deni Setiawan Wartawan Tribun Jateng 

oleh Deni Setiawan

Wartawan Tribun Jateng

SATU kios di kompleks pasar rakyat di wilayah Kabupaten Kendal ini lebih dari sepekan terakhir dalam kondisi sepi pada malam harinya. Biasanya, rata-rata sekira lima orang nongkrong di emperan kios itu.

Utamanya jelang pukul 22.00, kondisi semakin ramai orang yang transit sejenak untuk menyerahkan uang kepada penjaga kios, mengambil atau memotret selembar kertas kecil bertuliskan angka, lalu pergi.

Namun kini aktivitas tak lebih dari dua menit itu tak terlihat lagi. Ya, sudah lebih dari sepekan ini. Menurut pria penjaga kios, dirinya diperintah untuk sementara waktu ini tiarap.

Jika disejajarkan dengan pengakuan mantan pengepul judi togel di Kota Semarang, kondisi tersebut sesuai. Bahkan ketika bersama-sama menyimak pernyataan si penjaga kios ‘sementara tiarap’.

Kata ‘sementara’ tentu dapat dipahami bersama. Sifatnya tak abadi atau hanya di waktu tertentu. Ketika disambung dengan aktivitas judi togel, suatu waktu entah kapan nanti akan beraktivitas lagi.

Menurut mantan pengepul warga Semarang Barat ini, tiarapnya mereka hanya bersifat sementara dan akan beraktivitas seperti biasa lagi saat sudah kondusif. Hal sudah umum, lumrah di dunia pertogelan.

Kalaupun libur, biasanya hanya akan dilakukan pada H-7 Ramadan dan Lebaran, utamanya ketika ada razia. Selain itu tetap buka, entah secara terang-terangan maupun tersembunyi.

Seandainya ada pengepul yang tertangkap, hal itu menjadi tanggung jawab agen. Dia yang akan mengurus ke pihak kepolisian untuk dapat dikeluarkan kembali.

Setelah ditangkap apakah akan berhenti melayani konsumen? Tidak, justru aktivitas serupa oleh pengepul dilakukan kembali, namun dengan cara yang agak berbeda atau pindah lokasi.

Sudah bukan rahasia umum ketika tak ada efek jera atau bahkan semakin berkembang dalam bisnis judi togel. Belum lagi yang bersifat online. Dari sisi pendapatan, pengepul dapat komisi 20 persen per hari.

Kalau ‘tak sengaja’ tertangkap, mereka tetap tenang karena sudah ada yang membereskannya. Adapun rata-rata yang mereka jual, utamanya di wilayah pedesaan adalah yang berjenis Hongkong maupun Singapura.

Nah menjadi pertanyaan kali ini, apakah instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan dilaksanakan sekadar formalitas oleh jajaran di bawahnya? Gencar menangkap para pengedar (pengepul dan agen), setelah itu dibebaskan lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved