Berita Kesehatan

Akibat Terlalu Banyak Makan Gorengan yang Tinggi Kalori dan Kaya Lemak Trans, 3 Penyakit mengintai

Tak hanya itu, makanan yang digoreng dengan deep frying pun cenderung terjangkau, membuatnya makin disukai.

Editor: muslimah
Tribun Kaltim
Aneka gorengan 

TRIBUNJATENG.COM - Memang sulit untuk menghindari makanan yang digoreng.

Karena, makanan yang digoreng dengan cara deep frying rasanya lezat.

Gorengan memiliki tekstur yang renyah di luar namun lembut di dalam, membuatnya enak digigit.

Tak hanya itu, makanan yang digoreng dengan deep frying pun cenderung terjangkau, membuatnya makin disukai.

Sulit untuk menghindarinya bukan? Namun harus selalu diingat kembali sisi negatif dari gorengan.

Baca juga: Polisi Akan Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo dan Semua Tersangka Dihadirkan

Baca juga: Promo JSM Alfamart Terbaru Hari Ini Sabtu 27 Agustus 2022 Heinz Indo Gourmet Beli 2 Gratis 1

Sisi negatif metode memasak deep frying

Namun di balik kelebihannya itu, makanan deep frying sebenarnya memiliki beberapa sisi negatif.

Berikut di antaranya, seperti dilansir dari Healthline.

Tinggi kalori

Dibandingkan dengan metode memasak lainnya, deep frying menambah banyak kalori.

Tak hanya dilapisi dengan adonan atau tepung sebelum digoreng, makanan yang digoreng dengan cara deep frying akan kehilangan air dan menyerap lemak, membuat kalorinya meningkat.

Sebagai contoh, jika satu kentang panggang kecil (100 gram) mengandung 93 kalori dan 0 gram lemak maka kentang goreng deep-fried dalam jumlah yang sama (100 gram) mengandung 319 kalori dan 17 gram lemak.

Intinya, kalori bertambah dengan cepat saat makanan diproses dengan deep frying.

Tinggi lemak trans

Sisi negatif dari deep frying lainnya adalah tinggi lemak trans.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved