Berita Blora
UPDATE BLORA: Fakta-fakta Penipuan Ngaku Wadir Pertamina Berasal Dari Temannya Eks Pegawai Pertamina
Berikut fakta ide penipu asal Gresik yang diamankan Unit Reskrim Polsek Cepu Polres Blora di warung mie ayam dan bakso di jalan raya Cepu Randublatung
Penulis: ahmad mustakim | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Berikut fakta ide penipu asal Gresik yang diamankan Unit Reskrim Polsek Cepu Polres Blora di warung mie ayam dan bakso di jalan raya Cepu Randublatung di Desa Mulyorejo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora.
Tersangka Kusairi ini mengaku mendapatkan ide menjadi Wakil Direktur Pertamina dari temannya di Kalimantan.
"Dari teman yang pernah kerja di pertamina," ucapnya dalam konferensi pers di halaman belakang Mapolres Blora, Senin, 29 Agustus 2022.
Uang hasil tipuannya pun dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan jalan-jalan.
Korbannya ada 10 orang dari kalimantan yang sudah setor. Selain Blora dan Cepu tidak ada korban.
"Untuk yang di wilayah grobogan ada 40 orang lebih," terangnya.
Dirinya juga mengaku memiliki istri muda di kalimantan.
Dalam aksinya dia melakukan secara sendiri tanpa ada rekan.
Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana mengungkapkan kasus penipuan tenaga kerja tersebut terjadi pada hari Sabtu, 2 Juli 2022 lalu.
"Sebenarnya sudah terjadi pada satu bulan yang lalu yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 2 Juli 2022. TKP warung mie ayam dan bakso di jalan raya Cepu Randublatung," ucap AKP Agus Budiana kepada tribunmuria.com.
Tersangka Kusairi asal Kabupaten Gresik Jawa Timur saat itu tinggal kos di kampung Sidoarjo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora.
Modus operandinya tersangka mengaku sebagai Wadir Pertamina dan menawarkan pekerjaan sebagai karyawan pertamina.
Kemudian meminta uang kisaran 2,5 juta sampai dengan 8,5 juta sebagai persyaratan masuk sebagai karyawan Pertamina.
Tersangka mengaku telah beberapa kali melakukan tindak pidana penipuan.
"Yang ada di Cepu ada 1 korban atas nama Siswanto mengalami kerugian sebanyak 5 juta rupiah. Ada korban lain TKP ada di wilayah kabupaten Grobogan sebanyak 47 orang," terang AKP Agus Budiana.