Berita Semarang
170 Anggota Senkom Mitra Polri Jateng Ikuti Diklat Penanganan dan Pengurusan Paskalakalantas
Kecelakaan lalu lintas bisa saja terjadi kapan saja, walau kita sudah sangat hat-hati mungkin saja kendaraan lain tidak hati-hati.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Kecelakaan lalu lintas bisa saja terjadi kapan saja, walau kita sudah sangat hat-hati mungkin saja kendaraan lain tidak hati-hati.
Maka dalam rangka meningkatkan pengetahuan, memberikan edukasi dalam menangani kecelakaan lalu lintas (lakalantas) serta membantu pengurusan jasa Raharja pasca lakalantas.
Pengurus Senkom Mitra Polri Provinsi Jawa Tengah menggelar diklat yang diselenggarakan di Gedung Al Barokah, Kompleks Masjid Al Wali, Jalan Fatmawati Nomor 1 Semarang, Rabu (31/8/2022).
Hadir tamu undangan sekaligus pemateri, Dirlantas Polda Jawa Tengah AKBP Supadi dengan AIPDA Erwin Santoso dan PT. Jasa Raharja Ardiana Feri R, S.E.
Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Jawa Tengah Guntur Ivanto dalam sambutan menyampaikan potensi lakalantas di Jawa Tengah sangat banyak karena posisi Jawa Tengah di pertengahan jalur timur ke barat atau barat ke timur.
"Maka tujuan diklat tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, memberikan edukasi kepada anggota Senkom dalam menangani lakalantas (kecelakaan lalu lintas) serta membantu pengurusan jasa raharja pasca lakalantas," ujar Guntur.
Guntur mengatakan penting sekali untuk anggota Senkom dibekali bagaimana cara penanganan kecelakaan di jalan, mediasi kedua belah pihak dan pengurusan jasa raharja.
"Untuk peserta Diklat hari ini sejumlah 170 terdiri dari utusan semua 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah dan panitia penyelenggara," pungkasnya.
Maka Guntur Ivanto berharap semua peserta mampu menyerap dan mempraktikkan dari diklat ini.
"Tentu tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, memberikan edukasi kepada anggota senkom dalam menangani ( Lakalantas) kecelakaan lalu-lintas serta membantu pengurusan jasa raharja paska lakalantas. Ini sangat peting sekali untuk anggota Senkom di bekali bagaimana cara penanganan kecelakaan di jalan, mediasi ke kedua belah pihak dan pengurusan jasa raharja", pungkasnya. (*)
Baca juga: Hendi Angkat Festival Kota Lama Jadi Agenda Wisata Bulan September
Baca juga: Benarkah Poligami Bisa Tekan HIV/AIDS? Ini Kata Wagub Jawa Barat dan Dokter
Baca juga: 13 Desa di Sukoharjo Bakal Laksanakan Pilkades Serentak, Bupati Tekankan Kondisivitas
Baca juga: Pisah Sambut Kajari Kabupaten Pekalongan, Ini Kata Bupati Fadia Arafiq
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/diklat-senkom-TMJ.jpg)