Berita Cilacap
Pasca Adanya Gelombang Tinggi, Objek Wisata Pantai Indah Widarapayung Tetap Buka
Perairan dan samudera selatan Cilacap mulai dari Jetis hingga kawasan 70 pada Selasa (30/8) kemarin dilanda gelombang pasang air laut
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: muslimah
"Gelombang tinggi itu memang setiap tahun ada, dan kami sudah hafal biasanya terjadi pagi hari sekitar pukul 08.00 sampai pukul 10.30 WIB. Kalau di jam-jam selain itu ya gelombangnya tidak terlalu besar," imbuhnya.
Sementara itu, terkait adanya kerusakan 5 warung di Pantai Indah Widarapayung, Munji sapaan akrabnya menampik hal itu.
Bahkan ia mengatakan bahwa di kawasan objek wisata Pantai Indah Widarapayung tidak ada kerusakan sama sekali.
"Tidak ada warung yang rusak di kawasan objek wisata, wong airnya juga ngga sampai tanggul kok, mungkin disekitaran, tapi bukan di objek wisata," jelasnya.
Setelah tim tribunjateng.com telusuri di sepanjang kawasan Pantai Indah Widarapayung memang benar tidak ada kerusakan sama sekali.
Namun ketika tim tribunjateng.com bergeser ke arah barat dari area objek wisata Pantai Indah Widarapayung, terlihat beberapa warung memang mengalami kerusakan.
Beberapa kursi dan atap warung juga berserakan di pinggir pantai.
Saiman (47) salah satu pemilik warung menuturkan bahwa warung miliknya bersama keempat warung milik temannya rusak akibat diterjang air pasang.
Beruntungnya gelombang pasang tidak sampai membuat perabotan di warungnya hanyut.
"Kemarin pas air mulai masuk kita langsung angkat perabotannya, jadi yg kena cuma warungnya saja, perabotannya sudah dibawa pulang," jelas Saiman.
Saiman menuturkan bahwa gelombang tinggi yang terjadi di wilayah itu merupakan suatu hal yang biasa bagi warga setempat.
Menurutnya gelombang pasang air laut kemarin tidak terlalu besar, hanya saja mereka menyadari bahwa posisi warung mereka yang terlalu menjorok ke pantai sehingga mudah tersambar air laut.
"Kalau gede banget sih ngga yah biasa lah gelombang segitu, cuma memang posisi warungnya terlalu maju," kata Saiman.
Kelima warung yang rusak itu rupanya memang bukan di kawasan objek wisata Widarapayung, hanya saja lokasi berdekatan.
Sedangkan kelima warung itu sudah masuk kawasan Desa Sidayu Kecamatan Binangun bukan lagi kawasan Desa Widarapayung Wetan. (*)