Sandiaga Raih Dukungan Kuat di Musra Bandung

Sandiaga Uno menjadi kandidat capres yang paling diinginkan rakyat nomor dua setelah Joko Widodo.

Editor: Vito
Sandiaga Raih Dukungan Kuat di Musra Bandung
IST
Politisi Gerinra, Sandiaga Salahuddin Uno

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Perolehan suara Sandiaga Uno sebagai kandidat capres untuk pilpres 2024 dalam Musyawarah Rakyat (Musra) Bandung mengagetkan.

Pasalnya, politisi Gerindra itu menjadi kandidat capres yang paling diinginkan rakyat nomor dua setelah Joko Widodo.

Seperti diketahui, Musra Bandung merupakan merupakan forum yang digelar relawan Jokowi untuk menghimpun keinginan elemen masyarakat terkait capres-cawapres di Pilpres 2024.

"Yang mengejutkan Sandiaga Uno, karena mendapat suara tertinggi posisi kedua setelah Presiden Jokowi. Lalu ada Mas Ganjar (Ganjar Pranowo)," kata Ketua Dewan Pengarah Musra I, Andi Gani Nena Wea, saat memaparkan hasil Musra I di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (31/8).

Adapun, dari hasil e-voting yang diikuti 5.721 responden yang hadir di Musra I, menempatkan Joko Widodo menjadi capres yang paling diinginkan. Sebanyak 1.704 orang atau 29,79 persen memilih Jokowi sebagai capres harapan rakyat.

Di posisi kedua, ada Sandiaga Uno yang mendapat 986 suara atau sekitar 16,92 persen. Kemudian di posisi ketiga, ada Ganjar Pranowo yang meraih 921 suara atau 16,10 persen.

"Jadi tipis sekali antara Mas Ganjar dan Sandiaga. Jika dibandingkan, dukungan kepada Sandiaga Uno signifikan, mengalahkan Prabowo Subianto," jelas Andi Gani.

Adapun, Prabowo Subianto berada di posisi keempat dengan mendapatkan 635 suara atau 11,10 persen. Di posisi kelima, ada Anies Baswedan yang meraih 516 suara atau 9,02 persen.

Kemudian, di posisi keenam ada Ridwan Kamil yang meraih 296 suara atau 5,17 persen. Setelahnya, ada Puan Maharani yang meraih 238 suara atau 4,16 persen. Lalu, ada Dedy Mulyadi yang meraih 164 suara atau 2,87 persen.

Kemudian, ada Moeldoko yang meraih 147 suara atau 2,57 persen. Selanjutnya ada Andika Perkasa yang meraih 81 suara atau 1,47 persen. Terakhir, calon-calon lain mendapat 51 suara atau 0,89 persen.

Adapun, Ketua Pelaksana Musra I Bandung, Panel Barus mengklaim, nama-nama kandidat calon presiden (capres) yang mengemuka di pelaksanaan Musra I Bandung pada Minggu (28/8) lalu, murni merupakan suara rakyat di Jawa Barat (Jabar).

Ia menegaskan, hasil Musra bukan merupakan suara relawan, melainkan suara rakyat. "Itulah suara rakyat di Jabar, bukan suara relawan. Sebanyak 12.000 peserta Musra yang hadir berasal dari 27 kabupaten/kota di Jabar. Relawan memang menjadi panitia Musra, tetapi pesertanya masyarakat," paparnya, dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (1/9).

Panel menuturkan, warga yang hadir berasal dari berbagai kalangan seperti guru, buruh, pedagang di pasar, civitas akademika, nelayan, hingga kalangan pesantren.

Namun, meski dihadiri 12.000 orang, tetapi hanya 5.721 orang saja yang bisa melakukan e-voting untuk menyampaikan aspirasinya soal kandidat capres yang akan dipilih pada 2024.

Pasalnya, selain harus menggunakan smarthone yang memadai, terjadi tiga kali peretasan pada saat proses e-voting.

"Pertanyaan dalam e-voting juga bukan disertai jawaban multiple choice, melainkan hanya diminta sebutkan nama capres yang akan anda pilih pada 2024, tulis satu nama. Jadi jika perolehan suara Pak Prabowo urutan nomor 4 dan Pak Anies nomor 5 itu angkanya masih bagus. Itu tanpa rekayasa apapun," paparnya.

Panel menyatakan, Musra merupakan miniatur dari pertarungan politik pada 2024 atau miniatur pemilu. Meski demikian, panitia Musra tidak bisa 100 persen memastikan bahwa ada pihak tertentu atau pendukung tertentu yang berusaha datang memberikan vote agar suara kandidat yang didukungnya menjadi tinggi. (Kompas.com/Dian Erika Nugraheny)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved