Berita Regional

Seorang Calon Pendeta Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Cabuli 6 Anak

Calon pendeta itu dilaporkan karena diduga menyetubuhi enam orang anak yang masih duduk di bangku SMP dan SMA di Kabupaten Alor.

Net
Ilustrasi Pencabulan 

TRIBUNJATENG.COM, KUPANG - Kasus dugaan pencabulan terjadi di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

SAS (35), calon pendeta (Vikaris) asal Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, dilaporkan ke Kepolisian Resor (Polres) Alor.

Dia dilaporkan karena diduga menyetubuhi enam orang anak yang masih duduk di bangku SMP dan SMA di Kabupaten Alor.

Baca juga: 4 Mahasiswi Jadi Korban Pelecehan Seksual saat KKN, Pelakunya Pj Kades dengan Modus Obati Korban

"Kami sudah terima laporkan kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur, yang dilaporkan oleh salah satu orangtua korban berinisial AML asal Desa Waisika, Kecamatan Alor Tengah Utara, Alor," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Alor Iptu Yames Jems Mbau kepada Kompas.com, Sabtu (3/9/2022) malam.

Enam orang anak yang menjadi korban pencabulan SAS yakni HBM (15) dan TMK (15), keduanya merupakan siswa SMA.

Kemudian NALK (15), EIL (14), SM (14) dan SOM (14) merupakan siswi SMP.

Kasus pencabulan itu, lanjut Jems, terjadi sekitar akhir Mei 2021 hingga akhir Maret 2022, saat pelaku bertugas di salah satu gereja setempat.

Lokasi pencabulan itu terjadi di dalam komplek Gereja Jemaat GMIT Siloam Nailang yang berada di wilayah Alor Timur Laut.

Awalnya, kata Jems, SAS kenal dengan para korban sebagai anak sekolah Minggu di Gereja tersebut.

Karena sudah saling kenal, SAS mengajak para korban untuk datang ke kompleks gereja dan bersetubuh dengan para korban secara bergantian dan berulang kali.

Masalah itu diketahui oleh orangtua salah satu korban, setelah SAS selesai bertugas sebagai vikaris dan dipindahkan ke Kupang.

Kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polres Alor, untuk diproses hukum.

Menurut Jems, setelah menerima laporan, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan para saksi-saksi lainnya termasuk dari pihak Sinode (Pengurus Gereja Protestan).

"Kita juga berkoordinasi untuk percepatan visum, kemudian berkoordinasi untuk pemulihan mental dan psikis para korban pasca-kejadian, serta melakukan upaya penangkapan terhadap terlapor (SAS)," kata Jems. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Setubuhi 6 Anak, Calon Pendeta di NTT Dilaporkan ke Polisi"

Baca juga: 13 Orang Melapor Jadi Korban Pencabulan Guru SMP di Batang, Disdik Beri Trauma Healing ke Korban

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved