Guru Berkarya
Model NHT Mempermudah Pembelajaran Tari Pendamping Kreasi
Proses perubahan dan perkembangan manusia menuju kearah yang lebih baik sangat membutuhkan pendampingan dan bimbingan.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Oleh: Suratmi, S.Pd., SMP N 3 Teras Tawangsari Teras Kabupaten Boyolali
Proses perubahan dan perkembangan manusia menuju kearah yang lebih baik sangat membutuhkan pendampingan dan bimbingan.
Pendampingan dan bimbingan lebih mudah didapatkan melalui jalur pendidikan.
Bermacam-macam unsur yang dapat memperkuat pendampingan dan bimbingan termasuk kegiatan pendidikan Kegiatan pendidikan terbentuk dari beberapa tahapan penting diantaranya adalah proses pembelajaran.
Keberhasilan pendidikan salah satunya bergantung pada pelaksanaan proses pembelajaran baik didalam maupun diluar kelas.
Pelaksanaan proses pembelajaran harus berjalan secara dinamis, yaitu proses pembelajaran terus berubah mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman.
Seiring berubahnya proses pembelajaran, perubahan model pembelajaran termasuk dibutuhkan sebagai bentuk transformasi guru menyesuaikan dengan keadaan.
Proses pembelajaran yang dilaksanakan secara stagnan, akan mengakibatkan kejenuhan dan kebosanan.
Kemudian dapat dipastikan akan memberikan dampak kepada anak didik berupa minat, motivasi dan hasil belajar anak didik yang rendah dan kurang memuaskan.
Pembagian pengalaman belajar yang berkualitas kepada anak didik merupakan prestasi guru dalam proses pembelajaran.
Prestasi guru dalam proses pembelajaran juga dapat di lihat dengan indikator keberhasilan anak didik dalam proses pembelajaran yaitu keberhasilam anak didik dengan mendapatkan hasil belajar yang baik.
Dapat dikatakan bahwa keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran akan tercermin dari hasil belajar yang akan dicapai anak didik.
Guru harus cerdas dan cermat dalam memilih model pembelajaran. Pemanfaatan model pembelajaran kooperatif salah satu terobosan guru yang tepat dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
Karena dalam pembelajaran kooperatif semua anak didik terlibat aktif untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan bekerjasama dan interaksi sosial.
Agus Suprijono (2014: 54) mengungkapkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru.
Pembelajaran kooperatif dirancang bagi tujuan melibatkan pelajaran secara aktif dalam proses pembelajaran menerusi perbincangan dengan rekan-rekan dalam kelompok kecil.
Salah satu model kooperatif yang sederhana dan mudah diterapkan dalam pembelajaran adalah model Number Head Together (NHT).
Number Head Together (NHT) dijelaskan sebagai bagian dari model pembelajaran yang menggunakan prinsip pembelajaran kooperatif.
NHT dikatakan sebagai model pembelajaran yang dikembangkan untuk melibatkan lebih banyak anak didik dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.
SMP N 3 Teras Tawangsari Teras Kabupaten Boyolali telah menerapkan model pembelajaran NHT di kelas sembilan pada kompetensi dasar memahami unsur pendukung tari kreasi.
Langkah-langkah pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran NHT yaitu pertama guru memberikan pengarahan berupa materi pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan model pembelajaran.
Kemudian guru membuat kelompok yang bersifat heterogen dan tiap anak didik memiliki atau diberikan identitas nomor tertentu.
Langkah selanjutnya guru memberikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tetapi untuk tiap anak didik tidak sama sesuai dengan nomor anak didik, tiap anak didik dengan nomor yang sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja dalam kelompok.
Presentasi kelompok dilaksanakan setelah tugas dan permasalahan selesai di kerjakan dan didiskusikan yaitu dengan nomor anak didik yang sama sesuai tugas masing-masing agar terjadi diskusi kelas.
Pada beberapa kesempatan diselingi dengan kuis individual dan guru membuat skor perkembangan tiap anak didik.
Menjelang pembelajaran berkahir, guru mengumumkan hasil kuis dan diikuti pemberian apresiasi dengan penghargaan.
Sebelum proses berakhir, anak didik diajak untuk membuat simpulan dari materi yang telah di bahas dan guru memberikan penguatan materi.
Penulis merasa senang memanfaatkan model pembelajaran NHT, karena terjadi peningkatan minat, motivasi dan hasil belajar anak didik secara signifikan dan baik.(*)