Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Dr Tafsir: Apapun Agama dan Etnisnya Boleh Ikut Jalan Sehat Muhammadiyah 11 September

Seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama dan etnis diperbolehkan mengikuti kegiatan Jalan Sehat Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah.

Editor: rival al manaf
istimewa
Persiapan pelaksanaan jalan sehat dalam rangka muktamar Muhammadiyah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama dan etnis diperbolehkan mengikuti kegiatan Jalan Sehat Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah ke 48.

Kegiatan itu akan berlangsung pada Minggu, 11 Sepetember 2022 serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah dengan total peserta mencapai 350.000 orang.

Dr. KH. Tafsir, MAg memastikan kegiatan itu akan dibuka bagi masyarakat umum.

Baca juga: Video Tak Pusing Pikir Tagihan Listrik, Kedai Kopi di Lereng Ungaran Ini Punya Pembangkit Sendiri

Baca juga: Nasib Terduga Pelaku Penganiaya Santri Ponpes Gontor, DO dari Pondok dan Jadi Incaran Polisi

Baca juga: Kadiv Administrasi Ingatkan Pencatatan Realisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri

"Acara jalan sehat ini boleh diikuti oleh siapa saja. Tidak hanya warga Muhammadiyah saja, tapi semua lapisan masyarakat boleh ikut, apapun agama dan etnisnya," ujar Tafsir.

Ia menambahkan untuk seremoni pelepasan peserta sendiri akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP. bertempat di halaman kantor Gubernur Jawa Tengah.

"Di Kota Semarang sendiri akan diikuti sekitar 25.000 peserta, sedangkan peserta lainnya mengikuti gerak jalan di kabupaten/kota yang dikoordinasi oleh masing-masing Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat," ucap Tafsir.

Ia menambahkan bahwasanya pada penyelenggaraan jalan sehat ini, Panitia Gebyar Muktamar PWM dan panitia di masing-masing daerah telah menyiapkan berbagai doorprize, seperti alat-alat rumah tangga, sepeda motor, alat-alat elektronik, dan umroh yang mencapai 38 hadiah Umrah.

Sementara itu, untuk peserta jalan sehat di Kota Semarang yang digawangi PWM Jateng dan PDM kota Semarang, hadiahnya berupa 4 tiket ibadah Umrah gratis, 3 sepeda motor, beasiswa pendidikan untuk 5 orang program pendidikan S1 di Institut Teknologi Statistika dan Bisnis (ITESA) Muhammadiyah Semarang, juga doorprize menarik berupa puluhan kulkas, mesin cuci, kompor gas, dan masih banyak lagi.

"Jika hadiah Umrah didapatkan peserta non muslim, dapat ditukarkan dengan uang, atau boleh dipakai untuk ziarah ke yerussalem senilai umroh," lanjut Tafsir.

Dalam acara jalan sehat tersebut, pihak penyelenggara juga menggaungkan slogan zero sampah dengan mengimbau para peserta untuk membawa botol minum masing-masing serta menyediakan galon air di lokasi acara. Hal itu disampaikan oleh Ketua PWA Jateng Umul Baroroh.

"Kami punya tim relawan yang peduli sampah. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota dan juga Provinsi bagaimana kami bisa memberi contoh GMPS (Gerakan Muhammadiyah Bebas Sampah), itu akan kami lakukan, mudah-mudahan bisa sukses," ujar Umul dalam konferesi pers yang digelar di gedung PWM Jateng lantai dua itu.

Tempat pendaftaran sekaligus pengambilan kupon jalan sehat di kota Semarang dipusatkan di dua tempat, yakni Kantor LazisMU Kota Semarang (Jl. Wonodri Baru Kompleks Masjid at-Taqwa RS. Roemani PKU Muhammadiyah) dan Kantor LazisMU Jawa Tengah (Jl. Singosari Raya 33). Pendaftaran peserta dibuka sejak 1 September lalu hingga 8 September mendatang dengan syarat menyerahkan salinan kartu identitas.

Titik awal pemberangkatan sekaligus titik akhir jalan sehat di Kota Semarang berpusat di Kantor Gubernur Jawa Tengah yang berada di Jalan Pahlawan. Rute jalan sehat yang harus ditempuh oleh peserta di Semarang yakni dimulai dari Jalan Pahlawan, kemudian ke Jalan Sriwijaya, Jalan Singosari Raya, Jalan Admodirono, Jalan Ahmad Yani, Simpang Lima, Jalan Pahlawan dan berakhir kembali di halaman kantor Gubernur Jawa Tengah.

Selain jalan sehat, juga terdapat acara lain yang mengiringi Gebyar Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah ke-48 ini. Di antaranya pentas wayang kulit, tabligh akar, dan dialog kebudayaan yang dilaksanakan oleh masing-masing panitia gebyar dari tingkat daerah.

Diketahui, Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48 yang bertajuk 'Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta' sendiri rencananya akan diselenggarakan di Surakarta pada tanggal 18-20 November 2022. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved