Berita Regional

Inilah Sosok Kombes Anton Setiawan Diduga Perintah AKBP Dalizon Setor Rp 500 Juta: Dapat Rp 4,75 M

AKBP Dalizon, mantan Kapolres OKU Timur membuat pernyataan mengejutkan terkait Kombes Pol Anton Setiawan mantan atasannya. 

Editor: galih permadi
TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA
AKBP Dalizon menjalani sidang atas kasus dugaan penerimaan fee dalam proyek Dinas PUPR Kabupaten Muba tahun anggaran 2019 dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa di Pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (7/9/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, PALEMBANG - AKBP Dalizon, mantan Kapolres OKU Timur membuat pernyataan mengejutkan terkait Kombes Pol Anton Setiawan mantan atasannya. 

Kombes Anton meminta AKBP Dalizon wajib setoran dengan besaran Rp 300-500 juta tiap bulannya. 

AKBP Dalizon kecewa dengan sikap Kombes Anton dan akhirnya membuka rahasia ini dipersidangan. 

Lantas siapakah sosok Kombes Anton? 

Kombes Anton Setiawan merupakan mantan atasan AKBP Dalizon di Reskrimum Polda Sumsel. 

Kombes Anton merupakan Direskrimum Polda Sumsel saat menjabat AKBP Dalizon menjabat. 

Namun selama persidangan Kombes Anton enggan hadir ke persidangan sebagai saksi. 

Baca juga: Profil AKBP Dalizon Mantan Kapolres Oku Timur Sumsel Ngaku Setor ke Atasan Rp 500 Juta per Bulan

Baca juga: AKBP Dalizon Blak-blakan Setor Atasan Rp 300 - 500 Juta Per Bulan, Hakim Tanya: Uangnya Dari Mana?

Terdakwa kasus dugaan gratifiksi fee proyek pada Dinas PUPR Muba 2019, AKBP Dalizon kembali jalani persidangan.
Terdakwa kasus dugaan gratifiksi fee proyek pada Dinas PUPR Muba 2019, AKBP Dalizon kembali jalani persidangan. (SRIPOKU.COM/Chairul Nisyah)

Disebut Terima 4,75 M

Dikutip Kompas.com, Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Anton Setiawan tak kunjung hadir dalam persidangan kasus fee proyek Dinas PUPR Muba yang menjerat mantan Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon.

Hal itu membuat AKBP Dalizon serta kuasa hukumnya geram dan melayangkan protes kepada ketua Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang, Mangapul Tarigan, Rabu (10/8/2022).

Padahal, AKBP Dalizon pada sidang sebelumya berkali-kali menyebut Kombes Pol Anton sebagai atasannya saat itu, sempat menerima uang fee proyek Dinas PUPR Muba Rp 4,75 miliar dari total fee yang ia terima Rp 10 miliar.

Tak hadirnya Kombes Anton membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di ruang sidang.

JPU menyebut, saksi Anton tak hadir dengan alasan masih dalam kondisi beribadah haji.

Sementara, satu saksi lain yang merupakan seorang penyidik bernama Pitoy telah berpindah tugas ke Polda Lampung.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved