Berita Demak

Polsek Sayung Beri Bantuan Kepada Nelayan Imbas Kenaikan Harga BBM

Polsek Sayung Kabupaten Demak menyalurkan sembako kepada Nelayan Desa Bedono.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: sujarwo
Dok. Polsek Sayung
Pemberian bantuan kepada para nelayan yang diberikan oleh Polsek Sayung Kabupaten Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Polsek Sayung Kabupaten Demak menyalurkan sembako kepada Nelayan Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, terkena dampak kenaikan BBM, Jumat (9/9/2022).

Kapolsek Sayung AKP Sugito menuturkan bahwa Kegiatan Bakti Sosial pembagian Sembako tersebut bentuk kepedulian Polri terhadap nelayan yang terkena imbas kenaikan BBM.

Sebanyak 50 bungkus berisi beras, gula dan mie instan dibagikan secara langsung oleh Kapolsek. 

Sebelum membagikan sembako, Polsek Sayung melakukan Ziarah ke Makam Waliyullah yang terkenal makam keramat tengah laut, untuk berdoa dan sebagai penghormatan kepada tokoh ulama' yang juga tokoh pejuang penjajahan di masanya.

Pemberian bantuan kepada para nelayan yang diberikan oleh Polsek Sayung Kabupaten Demak.
Pemberian bantuan kepada para nelayan yang diberikan oleh Polsek Sayung Kabupaten Demak. (Dok. Polsek Sayung)

"Giat Baksos ini kami awali ziarah dulu di Makam Syekh Abdulloh Mudzakir tengah laut dan baksos ini merupakan rangkaian giat Kapolres Demak wujud kepedulian kepada Nelayan Desa Bedono terdampak kenaikan BBM," kata AKP Sugito dalam keterangan rilis diterima Tribunjateng.com, Jumat (9/9/2022).

Berian bantuan ini disambut baik oleh nelaya, Kafizdi nelayan Tambaksari Desa Bedono menyampaikan kenaikan BBM sangat dirasakan sekali oleh nelayan.

"Bagi nelayan yang memakai bahan bakar jenis Pertalite , selain harga melambung tinggi," kata Kafizdi.

Dia menambahkan kenaikan harga BBM diikuti juga mesin perahu nelayan mengalami kerusakan ringan dengan indikasi BBM yang dibeli tercampur dengan air sehingga mengganggu pada mesin.

Ia meminta kepada Pemerintah untuk segera berpihak kepada rakyat di pesisir, dikarenakan mata pencaharian warga pesisir di Bedono yaitu melaut dan Ojek wisata Religi di makam tengah laut

"Saya berharap pemerintah memperhatikan warga Pesisir Desa Bedono yang sudah hampir 20 tahun terdampak abrasi berkepanjangan, dikarenakan sumber penghidupan selain melaut dan ngojek wisata Religi, mohon jangan dinaikkan lagi BBM Nya," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved