Berita Ungaran

Tanggapi Keluhan Sopir Angkutan Resmi, Satlantas Polres Semarang Tilang 23 Angkutan Pelat Hitam

Keluhan para sopir angkutan umum resmi, ditanggapi oleh Satlantas Polres Semarang.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: sujarwo
Tanggapi Keluhan Sopir Angkutan Resmi, Satlantas Polres Semarang Tilang 23 Angkutan Pelat Hitam
Istimewa
Polisi dan anggota dinas perhubungan menertibkan kendaraan angkutan berpelat hitam atau ilegal di sekitar Pasar Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (7/9/2022).

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Keluhan para sopir angkutan umum resmi atau berpelat kuning tentang maraknya angkutan ilegal atau berpelat hitam jurusan Karangjati-Pringapus, Kabupaten Semarang pada Selasa (6/9/2022) lalu, ditanggapi oleh pihak Satlantas Polres Semarang sebagai penindak.

Polisi menertibkan sejumlah kendaraan angkutan umum ilegal di sekitar kawasan Pasar Karangjati, Kecamatan Bergas pada Rabu (7/9/2022).

Dari penuturan Kasatlantas Polres Semarang, AKP Dwi Himawan Chandra, terdapat sebanyak 23 angkutan umum ilegal di sana yang diberi sanksi tilang.

“Informasi tersebut kami dapatkan dari penyampaian aspirasi paguyuban pengemudi angkutan pelat kuning.

Kami menertibkan angkutan pelat hitam karena tidak memenuhi syarat laik jalan dalam penyelenggaraan angkutan umum," kata AKP Dwi kepada Tribunjateng.com, Jumat (9/9/2022) hari ini.

Sanksi tilang yang diberikan terhadap 23 pengemudi angkutan ilegal itu berupa penahanan STNK atau SIM.

Menurutnya, terdapat sejumlah tingkatan penindakan mulai dari sanksi tilang hingga pengandangan armada.

“Kalau kedapatan lagi masih beroperasi, maka (armada) kita kandangkan," tegasnya.

AKP Dwi menjelaskan, satu di antara syarat dari angkutan resmi yang paling terlihat yakni pelat berwarna kuning.

Sehingga, ia berharap dan mendukung pihak pemerintah untuk terus melakukan upaya kuningisasi terhadap angkutan umum ilegal.

Tak hanya berhenti di penindakan ini, AKP Dwi menambahkan bahwa dirinya telah memberikan nomor kontak kepada para pengemudi angkutan resmi agar sewaktu-waktu bisa melaporkan adanya operasi angkutan ilegal.

“Sementara kita tidak menempatkan personel.

Meskipun demikian, paguyuban pengemudi pelat kuning sudah saya berikan nomor kontak, jadi dalam 24 jam silakan laporkan jika ada pelanggaran.

Saya dukung penuh, sebab angkutan pelat kuning ini legal dan dilindungi undang-undang," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved