Berita Demak

Air Gentong Bertuah Warisan Sunan Kalijaga Diyakini Miliki Ribuan Manfaat

Air dalam gentong peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga dianggap bertuah dan dipercaya memiliki ragam khasiat.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Catur waskito Edy
Rezanda Akbar D
Dua gentong Warisan Sunan Kalijaga yang diyakini bertuah dan suci, bisa untuk pengobatan dan lainnya. Gentong tersebut terletak di makam Sunan Kalijaga, Kadilangu Demak 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Air dalam gentong peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga dianggap bertuah dan dipercaya memiliki ragam khasiat.

Tak heran, jika berkunjung di Makam Sunan Kalijaga para peziarah sebelum pulang menyempatkan diri untuk membasuh tubuh hingga meminumnya bahkan juga ada yang dibawa pulang.

Masyarakat meyakini bahwa air tersebut suci dan mengandung tuah yang bisa menyembuhkan beragam penyakit.

Pihak pengelola makam juga menyediakan gelas plastik bagi para peziarah yang ingin menenggak air bertuah tersebut.

Bagi para peziarah yang ingin menjajal tuah dari air tersebut secara gratis, bisa langsung datang ke Makam Sunan Kalijaga yang berada di Kadilangu, Demak.

Air tersebut terasa seperti air pegunungan yang segar, ketika melewati krongokongan. Bahkan air terasa sejuk ketika dibasuhkan ketubuh.

Salah satu peziarah asal Kabupaten Kudus, Sri Sulityawati mengatakan bahwa ia sering berkunjung ke makam untuk berdoa dan mampir mengambil air.

"Air ini untuk obat atau kesembuhan dari macam-macam penyakit. Ini (air) mau dibawa pulang biar sekeluarga sehat semuanya," kata Sri kepada Tribunjateng.com, Senin (12/9/2022).

Sementara itu, Juru Kunci Makam Sunan Kalijaga Raden Edy Mursalin, mengatakan dari beberapa peziarah yang mengambil air gentong tersebut bermaksud mendapat berkah dari Sunan Kalijaga dengan meminta doa kepada Allah SWT. 

"Ada yang untuk sarana pengobatan, ada yang sarana untuk membersihkan hati pikiran menjadi tenang dan lain sebagainya," kata Edy. 

Edy menuturkan, air dari gentong bertuah tersebut juga bisa untuk siraman pengantin bahkan membersihkan lingkungan rumah yang dianggap terdapat gangguan makhluk ghoib.

Gentong yang sudah berusia ratusan tahun tersebut awalnya adalah tempat untuk wudhu dan penyimpanan beras.

Kedua gentong tersebut memiliki nama yang berbeda, Gentong yang pertama adalah padasan, yang biasanya sebaga tempat air wudhu.

Yang kedua, Gentong Pedaringan yang digunakan untuk menyimpan pangan berupa beras. 

Setelah Sunan Kalijaga wafat, gentong tersebut dijadikan tempat untuk menampung air, yang kemudian disuguhkan kepada tamu atau peziarah.

Namun demikian, Edy juga tidak mengetahui awal mula gentong tersebut disuguhkan kepada peziarah.

"Entah kenapa oleh para leluhur setelah beliau mangkat dijadikan tempat air untuk menjamu tamu-tamu eyang Sunan juga santri-santrinya yang ingin berziarah ke sini," tandas Edy. (Rad)

Baca juga: Chord Kunci Gitar Lagu Time Will Tell - The Overtunes

Baca juga: Ini 20 Pemain PSIS Semarang yang Berangkat Melawan Persita, Ada Riyan Si Pembawa Keberuntungan

Baca juga: Marak Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM, Kesbangpol Batang : Penyampaian Aspirasi Tak Harus Dengan Demo

Baca juga: Marak Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM, Kesbangpol Batang : Penyampaian Aspirasi Tak Harus Dengan Demo

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved