Wawancara Khusus

Soroti Kasus AIDS, Prof. Zubairi Djoerban: Pertama Kali Terdeteksi Diderita Seorang Perempuan (1)

Indonesia tahun 1986, ada kasus di Rumah Sakit Islam dan saya bekerja di sana, perempuan dengan autoimun karena kondisinya lemah saya periksa...

Editor: rustam aji
Tribunnews/Jeprima
BICARA KASUS AIDS - Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra saat melakukan wawancara khusus dengan Prof Zubairi Djoerban mengenai pencegahan penyakit HIV/AIDS di kawasana Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (2/9/2022). Zubairi menuturkan setia pada pasangan bisa menjadi salah satu langkah pencegahan penyebaran HIV dengan efektif pada pasangan rumah tangga, ketimbang poligami. 

TRIBUNJATENG.COM - Pionir penanganan HIV/AIDS di Indonesia Prof. dr. Zubairi Djoerban angkat bicara soal merebaknya kasus HIV di wilayah Jawa Barat.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menilai penyebaran masif HIV bisa diakibatkan beberapa faktor.

Prof Zubairi menyebut satu di antara alasannya banyak pasien HIV/AIDS yang putus meminum obat karena merasa sudah bugar. bagaimana awal kasus HIV?AIDS di Indonesia?

Berikut kutipan wawancara Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Prof. dr. Zubairi Djoerban di Jakarta Breast Center, Jumat (2/9):

Soal kasus HIV/AIDS pertama di Indonesia, dan Prof terlibat di dalam temuan itu, bisa diceritakan?

Pada tahun 1982-1983 saya mendapat tugas belajar ke Perancis belajar lebih jauh mengenai leukimia, untuk memeriksa leukemia yang ternyata yang macam-macam itu diperlukan tes antibodi monoklonal untuk antara lain untuk memeriksa CT form.

Kemudian di tahun 1983 itu saya pertama kali di rumah sakit di bagian selatan Perancis ada kasus pertama itu HIV/AIDS waktu itu virusnya belum ketahuan hanya keluhannya kekebalan turun lama-lama menurun dan meninggal. Kemudian kekebalannya drop hanya CT form 4,5.

Akhirnya balik tahun 1983 ke Jakarta, dan lapor ke kepala departemen. Kami coba test waria di Taman Lawang, ada beberapa waria yang CT form rendah sekali. Meskipun CT formnya rendah tapi masih banyak penyebab lain.

Beberapa tahun kemudian saya tanya pada lingkungan ternyata sudah menjalar. Kebetulan atau entah kenapa dari teman media dari majalah Tempo terbit di majalah Tempo kemudian dipublikasikan di Kongres penyakit dalam tahun 1984.

Jadi tahun 1984 baru ketemu mula-mula virusnya, jadi virusnya kemudian tahun 1985 bulan Juli sampai dengan pertemuan Edge pertama dunia di di Atlanta di situ kemudian ketahuan virusnya namanya HIV.

Nah tes itu kemudian saya bawa ke Indonesia tahun 1986, ada kasus di Rumah Sakit Islam dan saya bekerja di sana perempuan dengan autoimun karena kondisinya lemah saya periksa ternyata positif. Dan kemudian juga meninggal dan menjadi viral istilahnya. Itu kasus-kasus pertama.

Si X ini, yang terinfeksi HIV. Itu dia dapatnya dari mana?

Iya jadi penerawang kami ternyata ada banyak yang ternyata dari hubungan seksual saja. Jadi riwayatnya waktu itu dari Amerika Los Angeles, San Francisco, New York, New Jersey yang di sebelah sana kebanyakan teman-teman muda di kalangan laki sama laki.

Kalau yg di New York dan New Jersey kebanyakan penggunaan narkotika. Jadi gampang ketahuan. Dan gampang ketahuan lagi ternyata bisa lewat laki ke perempuan. Dan kemudian makin banyak ditemukan di Afrika dan di hampir semua benua akhirnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved