It telkom purwokerto

Intip Keseruan Mahasiswa dan Dosen ITTP pada Program Kampus Mengajar Batch 4

Kampus Mengajar merupakan salah Kebijakan Kampus Merdeka yang memberi kesempatan mahasiswa berkegiatan di luar kampus.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Keseruan Mahasiswa dan Dosen ITTP pada Program Kampus Mengajar Batch 4 

TRIBUNJATENG.COM - Kampus Mengajar merupakan salah Kebijakan Kampus Merdeka yang memberi kesempatan mahasiswa berkegiatan di luar kampus.

Kampus Mengajar Membekali mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan dan keahlian dengan menjadi mitra guru dan sekolah dalam menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran sehingga berdampak pada penguatan pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah.

Pada Program Kampus Mengajar Batch 4, sebanyak 20 mahasiswa ITTP dari program studi S1 Teknik Informatika dan S1 Rekayasa Perangkat Lunak serta 8 dosen lolos menjadi peserta.

Bulan Agustus 2022 merupakan bulan pertama penugasan mereka ke sekolah tujuan. Kegiatan pelepasan mahasiswa pada program Kampus Mengajar 4 telah dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2022 sebagai pembekalan awal.

Dalam pembekalan KM 4, koordinator PT menjelaskan mengenai urgensi kegiatan, serta teknis pelaksanaan.

Surat tugas dari ITTP telah dibuat untuk kelancaran program bagi mahasiswa dan DPL.

Keaktifan mahasiswa dan DPL dapat terlihat pada aktivitas yang dilaporkan setiap minggu.

Komunikasi antara mahasiswa, DPL dan koordinator dilakukan melalui WA Grup.

Kegiatan mahasiswa dan DPL antara lain pertemuan dengan dinas pendidikan, pemda setempat dan sekolah untuk membahas pelaksanaan program, penyusunan dan pemaparan program kerja, dan pelaksanaan prorgam yang paling diutamakan.

Observasi awal dilakukan dengan terjun ke lapangan, beberapa mahasiswa juga membantu kegiatan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) kelas.

Kegiatan di bulan Agustus juga diwarnai perayaan kemerdekan RI ke 77 di sekolah penempatan.

Keseruan dalam menemani siswa-siswi SD dan SMP dalam pembelajaran diungkapkan para mahasiswa, disamping cerita sedih mengenai beberapa hambatan yang dihadapi.

Pada umumnya hambatan tersebut yaitu sarana prasarana yang kurang memadai, belum meratanya pengetahuan siswa mengenai literasi dan numerasi, serta kekurangan alat peraga pendukung pembelajaran.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved