Berita Semarang

Bejat! Oknum Guru SLB di Kota Semarang Cabuli Siswinya yang di Bawah Umur di Hotel

Entah setan apa yang merasuki oknum guru SLB di Semarang ini, seharusnya jadi pelindung dan pendidik bagi siswa-siswinya.

Muhammad Fajar Syafiq Aufa
MAZ (pakai baju tahanan 35) tersangka kasus pencabulan saat melakukan konferensi pers di Polrestabes Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Entah setan apa yang merasuki oknum guru SLB di Semarang ini, seharusnya jadi pelindung dan pendidik bagi siswa-siswinya.

Namun malah merayu dan mengajak siswinya yang berkebutuhan khusus dan dibawah umur diajak berbuat tidak sepantasnya.

Oknum Guru satu diantara SLB di Kota Semarang melakukan tindakan pencabulan kepada muridnya yang  berkebutuhan khusus dan dibawah umur.

Dalam menjalankan perbuatan bejat tersebut, tersangka merayu korban untuk diajak ke hotel yang ada di Kota Semarang.

Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, Selasa, (6/9/2022) pukul 13:00 WIB Tersangka (MAZ) atau mengajak korban ke hotel di Kota Semarang.

"Kemudian dilakukan perbuatan pemerkosaan dilokasi," katanya di Polrestabes Semarang, Selasa (12/9/2022)

Sementara itu tersangka (MAZ) pada awalnya mengaku bahwa dirinya diajak korban ketika ke hotel tersebut.

"Sebelumnya kita sudah wa nan dulu karena dia juga sering pulang sama saya kemudian yang pertama dia ngajak ke hotel saya mengiyakan," katanya

Namun saat ditanya oleh Kapolrestabes Semarang untuk jujur pada saat konferensi pers, akhirnya dirinya mengaku bahwa dia yang mengajak.

"Iya saya ajak ke hotel," ucapnya

Saat di tanyai terkait sudah berapa kali mengajak korban dalam tindakan tersebut dirinya mengatakan baru pertamakali.

"Cuman satu kali," tutupnya

Atas perbuatanya tersebut pasal yang disangkakan pada dirinya yaitu, pasal 76D jo pasal 81 ayat (1) dan (3) dan atau pasal 76E jo pasal 26 ayat (1) dan (2) UU RI nomor 25 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 Milyar rupiah. (*)

Baca juga: Tanggapi Pernyataan Effendi Simbolon: KSAD Dudung: “Kita Jadi Petarung, Jangan Jadi Ayam Sayur"

Baca juga: Ini Alasan Asprov PSSI Jateng Menerapkan Sistem Zonasi Liga 3 jateng 2022

Baca juga: Begini Serunya Siswa TK Jalani Manasik Haji di Banyumas, Diikuti 718 Peserta

Baca juga: Silakan Kalau Berminat, Bawaslu Kudus Butuh 27 Anggota Panwascam, Berikut Syarat Lengkapnya

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved