Berita Ungaran

FGD Dampak Penyesuaian Harga BBM Dihadiri Kapolres Semarang, Wabup, Pertamina, Organda dan Ojol

Polres Semarang menggelar FGD bertajuk Menyikapi Penyesuaian Kenaikan Harga BBM.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Polres Semarang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Menyikapi Penyesuaian Kenaikan Harga BBM Oleh Pemerintah Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kabupaten Semarang pada Rabu (14/9/2022).

Acara tersebut menghadirkan Wakil Bupati Semarang M Basari, Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika dan Forkopimda Kabupaten Semarang beserta sejumlah stakeholder seperti Organda Kabupaten Semarang, para pengendara ojek online, mahasiswa dan lain-lain.

M Basari dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya tengah berupaya menyikapi sejumlah dampak kenaikan harga BBM yang diumumkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada Sabtu (3/9/2022) lalu.

“Kalau kita di pasar modern maupun tradisional, harga-harga masih cukup stabil.

Mari kita semua tentunya bisa menjaga inflasi yang ada di Kabupaten Semarang,” ujarnya mewakili Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.

Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika juga menegaskan bahwa pihaknya akan secara tegas menindak oknum-oknum yang melakukan penyelewengan bahan bakar minyak di wilayah hukumnya.

“Kalau ada penyelewengan terhadap BBM, pokoknya rawe rawe rantas.

Kalau ada anggota yang main-main, saya gantung,” tegasnya.

Selain itu, narasumber lain yang dihadirkan di antaranya Area Manager Communication, Relation and Corporate Social Responsibility Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Wigati Sunu, Ketua Umum Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Semarang, Hadi Mustofa dan lainnya. 

Hadi meminta pihak pemerintah dan Pertamina untuk menambah batasan penggunaan Solar untuk armada bus pariwisata, AKAP dan ekspedisi pengiriman barang.

“Yang sekarang per hari 200 liter, mohon ditambah karena kami harus ganti hari jika ingin mengisi BBM lagi, sedangkan jaraknya jauh-jauh,” ujarnya.

Pihak Pertamina pun menampung saran tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved