Berita Nasional

Bambang Pacul: Kalau Pak Jokowi Mau Jadi Wapres ya Sangat Bisa

Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Bambang Pacul mengatakan, Jokowi sangat mungkin menjadi wapres pada 2024. Pada tahun itu pula, jabatan Jokowi seba

Editor: m nur huda
Agus Suparto/IST
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto - Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Bambang Pacul mengatakan, Jokowi sangat mungkin menjadi wapres pada 2024. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Bambang Wuryanto mengatakan, Joko Widodo (Jokowi) sangat mungkin menjadi wakil presiden (wapres) pada 2024. Pada tahun itu pula, jabatan Jokowi sebagai presiden akan berakhir.

"Kalau Pak Jokowi mau jadi wapres, ya sangat bisa," kata Bambang, saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2022).

Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul
Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul (TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN)

Namun, kata Bambang, mantan Gubernur DKI Jakarta itu harus diusung oleh partai atau gabungan partai politik, jika hendak mencalonkan diri sebagai wapres. Ketentuan tersebut sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945, tepatnya Pasal 6A Ayat (2).

Baca juga: Duet Prabowo-Jokowi Pilpres 2024, Pengamat: Potensi Hidupkan Polarisasi, dan Belum Tentu Menang

Bambang Pacul, sapaan akrabnya, mengatakan, aturan memang membolehkan presiden yang sudah menjabat dua periode maju sebagai calon wakil presiden di pemilu.

Namun, hal itu bergantung pada keputusan Jokowi, apakah hendak menggunakan peluang tersebut atau tidak.

"Kalau Pak Jokowi, kita enggak tahulah maunya kaya apa," ucap Bambang, yang juga ketua DPD PDIP Jateng.

Terkait dengan capres dan cawapres Pemilu 2024 dari PDI-P, Bambang mengatakan, nantinya akan diputuskan oleh Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum partai. Seluruh kader partai banteng wajib patuh pada keputusan Megawati kelak.

"Kalau masih merasa kader PDI-P, kader PDI-P harus disiplin organisasi. Putusan organisasi kita tegak lurus," kata ketua Komisi III DPR RI itu.

Adapun syarat pencalonan presiden dan wakil presiden telah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 6A Ayat (2) UUD menyebutkan, pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.

Kemudian, pada Pasal 7 dikatakan, presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.

Tidak elok

Sementara itu, pakar hukum tata negara, Feri Amsari mengatakan, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 secara tersirat melarang presiden yang sudah menjabat dua periode mencalonkan diri sebagai wakil presiden.

Pernyataan ini menanggapi wacana Presiden Joko Widodo maju sebagai wapres pada Pemilu 2024.

"Pada dasarnya secara tersirat konstitusi melarang seseorang presiden mencalonkan diri sebagai wakil presiden," kata Feri, seperti dilansir Kompas.com, Rabu (14/9/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved