Berita Semarang

Sebelum Tewas, Iwan Budi Hadapi Dugaan Kasus Korupsi 2010-2015, Siapa Terlibat?

Kasus korupsi tersebut diduga terjadi dari tahun 2010 sampai dengan 2015 terkait delapan bidang tanah di Mijen.

istimewa
Iwan Budi dan kondisi motor hangus terbakar 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemeriksaan terhadap aparatur sipil negara (ASN) Bapenda Kota Semarang Iwan Budi menjadi saksi kasus korupsi tanah di Mijen mulai terbuka.

Polda Jateng memaparkan kronologi rencana pemeriksaan PNS Bapenda Kota Semarang Semarang, Iwan Budi sebagai saksi sebuah kasus korupsi sebelum akhirnya yang bersangkutan ditemukan tewas.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menuturkan, Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jateng sedang melakukan pengumpulan bahan keterangan dan dokumen terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi terkait penyerahan lahan fasum, fasos dan utilitas dari PT. KAL kepada Pemerintah Kota Semarang  sebanyak delapan bidang tanah di Mijen.

Kasus korupsi tersebut diduga terjadi dari tahun 2010 sampai dengan 2015.

Pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi tersebut berdasarkan surat aduan dari Aliansi Masyarakat Kota Semarang pada 5 April 2020 lalu. 

"Status penanganan aduan masyarakat adalah pengumpulan bahan keterangan dalam rangka lidik," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima tribunjateng.com, Jumat (16/9/2022).

Menurutnya,  penyelidik telah melakukan pengumpulan bahan keterangan dan klarifikasi terhadap lebih dari dua orang, sejak akhir 2021 dan 2022. 

Penyelidik telah koordinasi dengan Bapenda Kota Semarang, dan langsung bertemu dengan Iwan Budi yang menjabat sebagai Analisis Kebijakan Muda serta atasannya bernama Paijo.

 "Didapat keterangan lisan dari  Iwan Budi bahwa anggaran untuk proses pensertifikatan tahun 2010 tidak terserap seluruhnya karena alasan teknis dan yang bersangkutan bersedia akan memberikan keterangan serta disepakati jadwal pemberian keterangan di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng pada hari Kamis, 25 Agustus 2022. Surat undangan klarifikasi telah diterima," paparnya.

Dia menuturkan pada saat hari H pemeriksaan Iwan tidak datang atau hadir tanpa pemberitahuan.  Sementara kegiatan pengumpulan bahan keterangan, penyelidik telah menerima beberapa informasi yang perlu diklarifikasi kembali.

"Langkah selanjutnya penyelidik akan laksanakan klarifikasi kembali ke beberapa pihak," tuturnya. 

Sebelumnya, Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagyo menyebut Iwan Budi sangat koorporatif saat akan diperiksa jajarannya.

Saat ditanya apakah Iwan merupakan saksi kunci, dia menyebut staf bapenda tersebut bisa dikatakan saksi kunci dan saksi pada kasus yang sedang ditanganinya.

"Semua saksi ya saksi kunci. Dia (Iwan) bekerja di bagian aset," ujarnya saat dihubungi tribunjateng.com, Jumat (9/9/2022).

Menurutnya, pada kasus tersebut telah bertemu Iwan sebanyak dua kali untuk memeriksa terkait kasus yang sedang ditanganinya. 

Pihaknya dan Iwan sepekat melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada tanggal 25 Agustus 2022.

"Kami sudah tanya detail dan kami butuh Berita Acara lalu kami layangkan surat secara tertulis. Saya merasa aneh karena Iwan sangat koorporatif," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved