Pembunuhan PNS Kota Semarang

Istri Iwan Budi Sebut Ada 1 Barang di TKP yang Bukan Milik Suaminya: Tolong Kawal Terus Kasus Ini

Onee menyayangkan tidak adanya perlindungan terhadap suaminya, saat dipanggil menjadi saksi tindak pidana korupsi

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: muslimah

Namun ada satu barang yang ditemukan di lokasi kejadian bukan milik suaminya.

"Ada laptop yang ditemukan. Namun itu bukan milik suami saya karena laptopnya ada di rumah," tuturnya.

Dia meminta, polisi terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

Dia tidak ingin perkara yang menelan korban suaminya hilang begitu saja.

"Tolong kawal terus masalah ini terkait misteri permasalahan ini yang saya tidak tahu," ujarnya.

Tugas polisi

Anjing kesayangan Iwan Budi, Mochi dihadirkan untuk mencari potongan tubuh yang belum ditemukan di Jalan Raya Marina, Rabu (14/9/2022).
Anjing kesayangan Iwan Budi, Mochi dihadirkan untuk mencari potongan tubuh yang belum ditemukan di Jalan Raya Marina, Rabu (14/9/2022). (Tribun Jateng/ Rahdyan)

Dalam kesempatan terpisah, pakar Krimonologi Universitas Diponegoro (Undip), Budi Wicaksono menyayangkan, polisi tidak melindungi Iwan Budi, saat akan diperiksa menjadi saksi terkait dugaan kasus korupsi tanah di Mijen.

Budi menyebutkan, dalam UU Nomor 2 Tahun 2002, polisi memiliki tugas jelas antara lain sebagai penegak hukum, melindungi dan melayani masyarakat.

Hal tersebut, kata dia, seharusnya diterapkan kepada Owan Budi yang dipanggil menjadi saksi tindak pidana korupsi.

"Dalam soal melindungi, kita tidak usah menunjuk pasalnya sampai njelimet.Melindungi saja, kalau melihat kasusnya itu bahaya, seperti dialami Pak ASN ini (Iwan Budi--Red), ketika bersaksi dia bisa dibunuh.

Kalau polisi yang pintar dan peduli, dia harusnya melindungi karena tugas polisi harus mengayomi. Jadi melindungi saksi tidak perlu harus projusticia atau naik penyidikan," kata Budi, Jumat.

Menurut Budi, Polri harus tahu kemungkinan bahaya yang dihadapi oleh saksi saat memberikan keterangan.

Paling tidak, kata dia, polisi bisa mengarahkan dan mendaftarkan saksi ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Jadi waktu memanggil saksi sudah tahu masalah peristiwanya. Ini yang terlibat menjadi saksi, yakni ASN, bisa bahaya. Harusnya sudah tahu dan mengira, meskipun tidak selalu terjadi," tutur dia.

Ia menuturkan, polisi sepatutnya melindungi Iwan saat sebelum dilaporkan hilang. “Polisi harus paham masalah yang akan dihadapi oleh saksi tersebut,” tandasnya. (rtp)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved