Berita Karanganyar

Penampakan Mumi Asal Indonesia Dipamerkan di Pameran Kampung Purba di De Tjolomadoe Karanganyar

Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud Ristek menggelar pameran Kampung Purba jejak peradaban prasejarah nusantara.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rival al manaf

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud Ristek menggelar pameran Kampung Purba jejak peradaban prasejarah nusantara di kawasan De Tjolomadoe Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar mulai 12-24 September 2022. 

Pameran yang pertama kali digelar tersebut termasuk serangkaian event SangiRun Night Trail yang dilaksanakan di wilayah Situs Manusia Purba Sangiran Kabupaten Sragen.

Pameran Kampung Purba ini merupakan refleksi rekonstruksi kehidupan masa prasejarah dalam bentuk kampung yang terbagi dalam tujuh klaster.

Baca juga: Rekayasa Pemuda Babak Belur Buat Laporan Palsu Dibongkar Polisi, Alasannya Karena Malu

Baca juga: Arti Mimpi Gunung Berapi: Hati-Hati, Kerusakan Bisa Datang kepada Anda dan Orang di Sekitar Anda!

Baca juga: Jadwal Liga Inggris Wolves Vs Man City, Tottenham Vs Leicester Main, Chelsea Vs Liverpool Ditunda

Setiap klaster menyajikan cerita tentang cara hidup, beradaptasi manusia hingga terciptanya sebuah peradaban. 

Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat Kemendikbud Ristek, Muhammad Adlin Sila menyampaikan, pameran prasejarah ini baru pertama kali digelar di dekat kawasan situs prasejarah yakni Situs Manusia Purba Sangiran Kabupaten Sragen.

Diharapkan kegiatan ini dapat terus digelar sebagai wadah anak-anak belajar mengenai jejak-jejak peradaban manusia.

"Sesuai dengan konsep Merdeka Belajar, bagaimana membuat anak-anak nyaman dalam belajar, salah satunya metode penyampaiannya, menghibur. Pameran ini saya rasa sudah memenuhi syarat itu. Membuat anak-anak senang," katanya kepada tribunjateng.com di sela pembukaan pameran, Sabtu (17/9/2022). 

Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Iskandar Mulia Siregar menambahkan, beberapa koleksi yang terdapat dalam pameran tersebut mulai dari manusia purba, replika hewan zaman purba hingga peralatan prasejarah serta aksesoris manusia purba. 

Benda-benda prasejarah yang ditampilkan dalam pameran tersebut merupakan koleksi dari 16 instansi balai pelestarian cagar budaya yang ada di Indonesia mulai dari Sangiran Jawa Tengah, Aceh, Ternate, Bali, Bandung, Yogyakarta, Kalimantan, Sulawesi dan Museum Nasional.

Pameran ini dapat mewakili peninggalan prasejarah yang berada di Indonesia mulai dari ujung barat hingga timur. 

"Masing-masing instansi mengirimkan sekitar 10 koleksi prasejarah. Ini ada yang masterpiece, mumi mamasa. Ada juga gajah (fosil). Ada yang replika, ada juga yang asli," ucapnya. 

Pengunjung, siswa kelas 6 SD, Azalia Dheana Fauziah merasa senang dapat berkunjung ke Pameran Kampung Purba karena banyak sekali benda-benda prasejarah sehingga dapat menambah wawasan. Dia berencana akan mengunjungi kembali pameran tersebut. 

"Kayak terkejut gitu lho, dulu ada kayak gini (peninggalan prasejarah)" ungkapnya.

Pameran Kampung Purba dibuka gratis untuk masyarakat umum mulai 12-24 September 2022 pukul 09.00 hingga 20.00. Pameran prasejarah tersebut dibuka secara resmi ditandai dengan pemukulan lesung oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat Kemendikbud Ristek, Muhammad Adlin Sila, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud Ristek Restu Gunawan, Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Iskandar Mulia Siregar, perwakilan beberapa instansi balai pelestarian cagar budaya dan perwakilan dari Pemkab Karanganyar. (Ais). 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved