Real Madrid

Respons Elegan Pemain Real Madrid Vinicius Junior Saat Dapat Komentar Rasis dari Agen Pemain

Pemain Real Madrid Vincius Junior memberi respons terhadap komentar rasis yang dilontarkan agen sepak bola Pedro Bravo kepadanya.

Editor: rival al manaf
OSCAR DEL POZO / AFP
Pemain depan Real Madrid Brasil Vinicius Junior melambai kepada pendukungnya di akhir pertandingan sepak bola leg kedua perempat final Liga Champions UEFA antara Real Madrid CF dan Chelsea FC di stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 12 April 2022. 

TRIBUNJATENG.COM, SPANYOL - Pemain Real Madrid Vincius Junior memberi respons terhadap komentar rasis yang dilontarkan agen sepak bola Pedro Bravo kepadanya.

Pemain berusia 22 tahun itu menanggapi komentar Pedro yang menghujat selebrasi Vinicius secara rasis dengan elegan.

Pedro Bravo awalnya mengecam Vinicius karena melakukan selebrasi tarian samba.

Baca juga: Link Live Streaming Wolves vs Manchester City, Peluang Haaland Gusur Arsenal di Puncak Liga Inggris

Baca juga: Skenario Timnas U19 Indonesia Lolos Piala Asia U20, Jalur Runner Up Terbaik Rumit

Baca juga: Transformasi Valverde di Real Madrid Sampai Buat Ancelotti Siap Pensiun dari Dunia Kepelatihan

Vinicius Junior memang sempat melakukan sebuah selebrasi berdansa saat mengantarkan Real Madrid menang 4-1 melawan Real Mallorca.

Cara Vinicius Junior merayakan gol mendapatkan kritik keras dari agen sepak bola, Pedro Bravo, yang menjadi panelis dalam sebuah acara televisi Spanyol Jumat silam.

Pedro Bravo menganggap Vinicius Junior tidak menghormati lawannya.

Ia bahkan membandingkan tingkah sang sayap Real Madrid dengan perilaku monyet.

Vinicius Junior menanggapi komentar Pedro Bravo.

Ia menyebut bahwa ini bukan kali pertama dirinya mendapatkan komentar bernada rasis karena caranya melakukan seleberasi.

“Saya adalah korban dari komentar xenofobia (kebencian akan sesuatu yang asing) dan rasis."

"Namun, semua itu tidak dimulai kemarin,” ucap Vinicius Junior dikutip dari ESPN.

“Beberapa minggu lalu mereka mulai mengkriminalisasi tarian saya. Itu sebenarnya tarian bukan milik saya,” katanya.

“Itu milik Ronaldinho, Neymar, Lucas Paqueta, Antoine Griezmann, Joao Felix, Matheus Cunha."

"Itu menggambarkan keragaman budaya dunia. Terimalah, hormatilah. Saya tidak akan berhenti,” tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved