Berita Sragen

Gelaran SangiRUN Night Trail Berdampak Positif Bagi Masyarakat Desa Krikilan Sragen

Penyelenggaraan SangiRUN Night Trail di Situs Museum Manusia Purba Sangiran, Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen berdampak besar bagi perekonomian

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
Dispora Sragen
Bupati Sragen (tengah) berjilbab merah ketika mengikuti SangiRUN Night Trail 4k di Situs Museum Manusia Purba Sangiran 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Penyelenggaraan SangiRUN Night Trail di Situs Museum Manusia Purba Sangiran, Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen berdampak besar bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Even yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada (16-18/9/2022) tersebut berlangsung meriah. 

Tidak hanya itu, Pemkab Sragen juga menyokong sejumlah kegiatan di Desa Krikilan, Kalijambe Sragen. Diantaranya Sangirun Night Trail 4K, Workshop UMKM dan Sangiran Fair.

Sekretaris Desa Krikilan, Aries Rustioko mengaku kedua kegiatan baik dari pusat maupun Pemkab Sragen berdampak positif bagi masyarakat.

Terlebih untuk lahan parkir dimana seluruh parkir dipusatkan di sub terminal yang di kelola desa. Parkir yang membludak ke wilayah sekitar juga dikelola karangtaruna desa Krikilan.

"Dampaknya sangat luar biasa bagi masyarakat, lahan parkir di kelola desa dan karangtaruna. Masyarakat yang berdagang juga bisa berjualan," katanya.

Aries mengatakan event ini sempat berdampak kemacetan di sekitar. Namun hal tersebut dikatakan lumrah terjadi di tengah event besar.

Selain itu, Aries mengatakan empat homestay di masyarakat juga penuh ditempati oleh para pelari profesional yang mengikuti SangiRUN Night Trail.

"Empat homestay kami penuh. Semoga event ini bisa berlangsung setiap tahun dan berdampak luas bagi pemberdayaan masyarakat di Desa Krikilan," katanya.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan kegiatan berjalan baik atas kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dan Pemkab Sragen.
 
"Alhamdulillah ini tahun kedua dilakukan, yang berbeda tahun ini ada yang lebih fun untuk para pelari. Masyarakat umum kita ajak lari 4 kilometer saja, 24 kilometer untuk pelari profesional," katanya.

Yuni mengaku sengaja ingin mengajak masyarakat umum agar merasakan keseruannya bersama. Target 250 peserta pun terpenuhi.

"Kenapa harus disana (Sangiran) kita menggabungkan budaya ilmu dan teknologi, kenapa harus malam agar menjadi pembeda dari lari-lari lainnya," lanjut dia.

Dengan itu, dirinya berharap 120 pelari profesional yang mengikuti Sangirun Night bisa ikut mempromosikan situs purba yang dilindungi di Kabupaten Sragen sehingga diketahui masyarakat luas.

Yuni tentu berharap kegiatan serupa akan terselenggara setiap tahun dimana akan semakin bagus dan lebih meriah. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved