Berita Jateng

Tindak 477 Tersangka Judi, Kapolda Jateng : Tidak Cukup Hanya Penegakan Hukum

Selama periode Januari sampai September 2022 Polda Jateng telah menindak hampir 477 tersangka judi baik judi online, offline, maupun sabung ayam.

TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Petugas dari Polres Kudus mengangkut kurungan ayam di Jalan Moh Yamin, RT 03 RW 02, Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jumat (2/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -Pelanggaran hukum terhadap kasus perjudian tidak selalu dilakukan penindakan hukum.

Hal tersebut diutarakan Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi saat mengikuti acara stasiun televisi swasta di Kota Semarang.

"Terkait dengan judi ,ini merupakan sesuatu yang komprehensif tidak hanya melulu dilakukan penegakan hukum," ujar dia.

"Polda Jawa Tengah tidak bangga melakukan penindakan Hukum kepada masyarakat oleh karena itu kita gandeng Stakeholder yang alim dan yang lain di antaranya alim ulama kalau perlu Departemen Sosial," jelasnya melalui rilis yang diterima tribunjateng.com, Senin (19/9/2022).

Baca juga: Fokus: Transaksi Judi yang Dilupakan

Menurut Kapolda, arena judi  pada hakekatnya adalah masyarakat saat situasi  pandemi Covid, kesulitan kerja, dan  mereka mencari jalan pintas untuk mendapatkan sesuatu di antaranya melalui judi.

Bahkan terdapat  pandangan di masyarakat suatu persepsi yang harus diubah bahwa judi itu selalu menang.

"Ya Ndak ada dimanapun berada bahwa judi itu akan menguntungkan adanya ya bangkrut. Stigma ini harus kita hilangkan," jelas Kapolda.

Kapolda mencontohkan bahwa di  kepolisian itu ada teori kejahatan, yaitu kejahatan itu muncul ketika ada niat dan kesempatan. Saat niat, itulah peran Alim Ulama, stakeholder harus bersama sama muncul memberikan himbauan.

 "Alim Ulamanya berperan, tokohnya berperan bahwa judi itu melanggar hakekat Agama apalagi itu jelas melanggar hukum," ujarnya.

Baca juga: Transaksi Judi Online Capai Rp 155,4 Triliun, PPATK Bekukan 312 Rekening

Menurutnya, pada perjudian tersebut penerapan pasal yang dikenakan harus sesuai ketentuan misal pasal 303 KUHP murni, dan ada juga pasal 303 KUHP bis. Dalam penerapannya tidaklah mudah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved