Berita Demak

Banjir Rob di Bonang Demak, Peninggian Jalan Diperlukan untuk Geliatkan Perekonomian Warga

Tak hanya itu, hampir setiap hari anak-anak berada di daerah tersebut harus rela menerjang air rob untuk bisa tetap menemuh pendidikan di sekolah

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Tito Isna Utama
Camat Bonang Haris Wahyudi Ridwan saat ditemui di kantor Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Banjir rob menjadi masalah yang sering dihadapi sebagian masyarakat  Kabupaten Demak.

Diantaranya di daerah Bonang, Purworejo, Margolinduk, dan Morodemak.

Akses jalan dari desa itu selalu tergenangi oleh air banjir rob, membuat warga masyarakat harus menghentikan aktivitas sementara hingga mencari jalur alternatif untuk bisa menyambung kehidupan sehari-hari.

Dari ketinggian air rob dari 30 cm sampai 1 meter menjadi hambatan masyarakat untuk bisa kembali memutar roda perekonomian.

Baca juga: Anak-Anak Sudah Kukirim ke Surga, Pesan Terakhir BR kepada Suami Sebelum Ditemukan Tewas

Baca juga: Mayat Perempuan Ditemukan di Perkebunan PTPN IX Getas Kabupaten Semarang

Tak hanya itu, hampir setiap hari anak-anak berada di daerah tersebut harus rela menerjang air rob untuk bisa tetap menemuh pendidikan di sekolah.

Masyarakat pun hanya bisa berharap adanya peninggian jalan.

Camat Bonang Haris Wahyudi Ridwan menyampaikan untuk saat ini, daerah Bonang hanya beberapa jalan telah dilakukan peninggian.

"Untuk akses jalan Bonang ke Demak sampai saat ini memang baru sebagian dilakukan peninggian dalam rangka untuk mempermudah akses masyarakat menuju ke Kota untuk perekonomian mereka," kata Camat Bonang kepada Tribunjateng, Selasa (20/9/2022).

Dia menjelaskan ada 4 titik jalan harus dilakukan peninggian jalan sebagai tumpuan roda perekonomian masyarakat.

"Untuk titik nya di sepanjang jalan dari jembatan cinta sampai masuk ke wilayah pelabuhan morodemak," ujarnya.

Beberapa jalan belum ditinggikan kata Haris, sudah dilaporkan kepada Pemkab Demak akan tetapi sampai sekarang belum ada tindakan.

"Kami tetap sampaikan pada pemerintah kabupaten dari laporan yang kami lakukan di lapangan secara fakta bahwa masih ada beberapa tempat titik yang tergenang rob belum bisa terakses langsung untuk diselesaikan ," jelasnya.

Melihat masalah itupun, dia hanya bisa berharap adanya peninggian jalan dilakukan oleh pemkab guna dimanfaatkan masyarakat sekitar.

"Akses jalan karena jalan terhenti, atau tenggelam karena rob mereka yang melakukan aktivitas jadi persoalan utama," tutupnya. (ito)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved