Stikes Telogorejo Semarang
Sayangi Lansia Hindari Demensia
demensia adalah penyakit yang mengakibatkanpenurunan daya ingat dan cara berpikir juga akan berdampak pada gaya hidup, kemampuan bersosialisasi
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Oleh : Ns. Siti Juwariyah, M.Kep – Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Demensia pada lansia biasa disebut pikun.
Namun itu berbeda, pikun merupakan perubahan kemampuan berpikir dan mengingat yang biasa dialami seiring pertambahan usia, yang menyebabkan sesorang bergantung pada orang lain.
Sedangkan demensia adalah penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir juga akan berdampak pada gaya hidup, kemampuan bersosialisasi, hingga aktifitas sehari-hari penderitanya.
Sehingga sering mengakibatkan penderita sangat bergantung pada orang lain.
Apakah Damenisa termasuk Penyakit ?
Demensia bukan penyakit, namun merupakan sindrom atau kumpulan gejala-gejala yang terjadi pada seseorang.
Sindrom ini mempengaruhi daya ingat, proses berpikir dan kemampuan yang dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.
Demensia umumnya terjadi pada kelompok lansia.
Sindrom ini bukan proses penuaan yang normal terjadi.
Kondisi ini umumnya penyebab disabilitas dan ketergantungan pada orang lain bagi lansia di seluruh dunia.
Faktor yang berisiko demensia adalah pertambahan usia, adanya riwayat demensia dalam keluarga, pola makan tidaksehat, merokok, jarang olahraga, kecanduan alkohol dan bisajuga karena penyakit tertentu misalnya sindrom down, depresi, sleppapnea, kolesterol tinggi, obesitas, hipertensi dan diabetes.
Gejala umum demensia pada lansia ada beberapa,
1. Gangguan Daya Ingat
Kondisi ini sering disebut dengan pikun. Hal ini membuat lansia sulit mengingat sejumlah hal sepertinama orang atau benda.
2. Sering Mengalami Kebingungan
Sering mengalami kebingungan, atau disebut sebagai disorientasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Mengenal-Macam-Macam-Demensia_1.jpg)