Berita Kriminal

41 HP Santriwati di Pati yang Disita Pengurus Ponpes Raib Digondol Maling

Sebanyak 41 HP atau telepon seluler pintar milik para santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Aziziyah, Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rival al manaf
Humas Polres Pati
Polisi memeriksa lokasi kejadian pencurian di Pondok Pesantren (Ponpes) Aziziyah, Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, Pati. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Sebanyak 41 HP atau telepon seluler pintar milik para santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Aziziyah, Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, dibawa kabur maling. 

Puluhan HP itu merupakan sitaan pengurus Ponpes yang disimpan di dalam kamar pengasuh. 

Pengasuh pondok baru menyadari pencurian tersebut pada awal pekan ini.

”Saat saya mengecek, ternyata HP milik santriwati sudah tidak ada. Jumlahnya ada 41,” kata Pengasuh Ponpes Aziziyah, Syafii Ahmad, Rabu 21 September 2022.

Baca juga: Warga Pembakar Lahan yang Sebabkan Kecelakaan di Jalan Tol Pejagan Pemalang Terancam Pidana

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Curacao, Shin Tae-yong Kehilangan Irfan Jaya

Baca juga: Respons PDIP saat Demokrat Kembali Singgung Kasus Harun Masiku

Sebelumnya, pihak pondok mendapatkan informasi dari walisantri tentang santriwati yang kehilangan ponsel.

”Tak tahu siapa, ada orang dari Yogyakarta menelepon walisantri dengan HP milik anaknya. Orang itu tanya apa benar HP ini milik putri wali santri itu. Kemudian wali santri melaporkan hal ini pada saya,” ucap Syafii.

Wali santri itu semula mengira HP santriwati itu dijual oleh pihak pkndok.

Polisi memeriksa lokasi kejadian pencurian di Pondok Pesantren (Ponpes) Aziziyah, Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, Pati.
Polisi memeriksa lokasi kejadian pencurian di Pondok Pesantren (Ponpes) Aziziyah, Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, Pati. (Humas Polres Pati)

Pihak pondok tidak membenarkan hal itu. Sebab HP para santri dirasa aman di ruang pengasuh.

"Beruntung HP milik santri laki-laki tidak ikut diambil. Padahal isinya 100 lebih,” kata dia.

Pihak pondok menaksir kerugian mencapai Rp 80 juta.

Pondok pesantren juga melaporkan kasus pencurian ini pada Polres Pati.

Polres Pati pun segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP. 

Kasi Humas Polres Pati AKP Pujiati menuturkan, setelah memeriksa rekaman CCTV, diketahui bahwa ternyata waktu kejadian pencurian ialah pada Jumat 16 September 2022 lalu.

Dalam rekaman CCTV, tampak bahwa puluhan HP tersebut diambil oleh seseorang yang diduga merupakan tukang bangunan yang tengah bekerja di lingkungan pondok.

Baca juga: Kecekakaan Maut Truk Boks Gepeng Setelah Ngebut Nyalip dari Kiri, Satu Orang Tewas

Baca juga: Viral Preman Palak Pasukan Elit TNI Kopaska, Berujung Cium Tangan Tapi Tetap Dibawa ke Polisi

Baca juga: ASN Dinas Pertanian yang Jadi Saksi Kasus Korupsi Ditemukan Tewas

”Aksi pelaku tersebut tersebut terekam CCTV. Dia masuk ruangan dengan melubangi atap,” kata AKP Pujiati dalam keterangan tertulis pada TribunMuria.com.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Pati AKP Ghala Rimba Doa Sirrang membenarkan adanya laporan ini. 

Pihaknya mengaku masih mendalami kasus ini. 

”Kejadian itu benar. Puluhan HP milik santri di Gabus dicuri. Saat ini kami masih mendalami kasus pencurian ini,” tandas dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved