Berita Nasional
Respons PDIP saat Demokrat Kembali Singgung Kasus Harun Masiku
Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto memberikan responsnya ketika Demokrat kembali menyinggung kasus Harun Masiku.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto memberikan responsnya ketika Demokrat kembali menyinggung kasus Harun Masiku.
Sebelumnya, Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky menyinggung soal kasus korupsi yang melibatkan salah satu Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada 2019.
“Kan salah satu pelakunya kader partainya Bang Hasto, Harun Masiku, yang sudah buron 1.000 hari lebih. Tidak ada cerita seperti itu di Pemilu 2009,” kata Herzaky dalam keterangannya, Minggu (18/9/2022).
Komentar itu disampaikan Herzaky di tengah isu dugaan kecurangan Pemilu 2024 yang dilontarkan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (15/9/2022).
Baca juga: Polisi Ungkap Alasan Pemuda di Purwakarta Habisi Nyawa Ibu Kandung: Karena Sering Dimarahi
Baca juga: Gadis 9 Tahun Mengeluh Sakit di Kemaluan Jadi Awal Terbongkarnya Aksi Bejat Kakek 63 Tahun
Baca juga: Kecekakaan Maut Truk Boks Gepeng Setelah Ngebut Nyalip dari Kiri, Satu Orang Tewas
Menanggapi hal itu Hasto mengajak Partai Demokrat untuk menyampaikan data penelitian guna mengungkap adanya dugaan pengaturan Pemilu 2024 serta penjegalan pasangan tertentu.
Hasto mengatakan, hal tersebut lebih baik ketimbang mengungkit masalah lain yang tidak ada hubungannya, misalnya soal kasus Harun Masiku.
"Di situ kami sampaikan fakta-fakta termasuk penelitian dari Marcus Mietzner. Jadi jawabannya (Demokrat seharusnya) adalah bagaimana meng-counter fakta-fakta itu."
"Bukan dengan Harun Masiku,” kata Hasto di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (21/9/2022).
Lebih jauh, Hasto menyinggung soal proses rekrutmen Anas Urbaningrum sebagai mantan Komisioner KPU yang menjadi kader Partai Demokrat.
Menurut Hasto, perekrutan Anas tersebut menimbulkan berbagai spekulasi publik.
“Karena ketika merekrut anggota KPU, dan kemudian dijanjikan di dalam kepengurusan suatu partai politik, ini suapnya jauh lebih dahsyat dari apa yang terjadi pada Harun Masiku, berbeda kualitasnya," tutur Hasto.
Hasto mengatakan, jika benar Demokrat menjanjikan sesuatu agar Anas menjadi kadernya, maka hal itu adalah suatu tradisi demokrasi yang sangat tidak sehat.
"Ini suap politik yang betul-betul sangat berbahaya di dalam kualitas demokrasi kita," imbuh dia.
PDIP dan Demokrat mulai panas setelah Pidato SBY dalam forum tertutup itu tersebar di media sosial.
Dia mengatakan bakal turun gunung dalam mengawal kontestasi elektoral mendatang.
Baca juga: Janji Umuh Muchtar Kepada Pemain Persib Bandung, Bonus Kalau Bisa Kalahkan Persija Jakarta
Baca juga: Seruan Buat Petinggi Inter Milan, Pecat Simone Inzaghi!
Baca juga: Jelang Inter Milan vs AS Roma, Inzaghi Was-was Mourinho Bisa Saja Diuntungkan