Berita Semarang
Dalam Sehari Tujuh Tewas Kecelakaan di Jateng, Setelah Elf Ada Kecelakaan Pikap Tabrak Pohon
Setelah kecelakaan maut di tol yang menewaskan lima orang, kejadian kecelakaan yang menewaskan sopir juga terjadi di Banyumanik.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Setelah kecelakaan maut di tol yang menewaskan lima orang, kejadian kecelakaan yang menewaskan sopir juga terjadi di Banyumanik.
Dalam kecelakaan yang melibatkan mobil pikap menabrak pohon di Watugong, Banyumanik, sopir dan kernetnya tewas.
"Iya , betul, korban kernet yang sempat dilarikan ke RSU Banyumanik meninggal dunia. Jadi korbannya dua, meninggal," terang Relawan Semarang, Alamsyah kepada Tribun Jateng, Sabtu (24/9).
Kejadian itu persisnya terjadidi Jalan Perintis Kemerdekaan Watugong Banyumanik, atau depan pintu masuk kantor Zeni Kodam (Zidam) IV Diponegoro, Sabtu (24/9) sekira pukul 15.30 WIB. Masing-masing, sopir Rustam (64) dan kernet Wardono (65).
Rustam warga Asempapan, Trangkil, Kabupaten Pati. SedangkanWardono warga Tlogoharum, Wedarijeksa, kabupaten Pati.
Korban Rustam tewas di lokasi kejadian dengan tubuh terhimpit stang kemudi.
"Iya, sopir meninggal dunia," kata Kanit Lantas Polrestabes Semarang AKP Adji.
Sedangkan Kernet pikap Wardono (65) yang mendapatkan perawatan medis di RSU Banyumanik 2, sekira pukul 18.45 WIB meninggal. Berarti kecelakaan tersebut tewaskan dua lansia asal Kabupaten Pati.
Menurutnya, kronologis kejadian bermula saat pikap Daihatsu Granmax pelat K8734DS melaju dari arah selatan ke arah utara atau Ungaran ke arah Banyumanik.
"Setiba di lokasi kejadian diduga pengemudi hilang kendali oleng ke kiri kemudian menabrak pohon di pinggir jalan," jelasnya.
Korban Rustam mengalami luka pada cedera kepala dan dada memar.
Mayatnya dibawa ke Kamar Jenazah RSUP Kariadi Kota Semarang. "Wardono kernet mengalami luka pada cedera kepala, dada memar, kaki kanan patah dilarikan ke RS Banyumanik 2 Kota Semarang," papar Adji.
Seorang saksi, Argi, mengatakan, pikap melaju cukup kencang dari arah atas ke arah bawah lalu tiba-tiba menghantam pohon mahoni di pinggir jalan.
Ia lantas panik minta tolong tapi pengguna jalan lain tidak ada yang merespon. "Saya coba dobrak pintu tidak bisa teriak-teriak ke pemotor tapi hanya lihatin aja," bebernya.
Beruntung ada anggota TNI yang sedang menyapu di kantor Zidam Kodam IV Diponegoro. Anggota tersebut lantas segera menolong para korban
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kecelakaan-maut-terjadi-di-jalan-perintis-kemerdekaan-atau-watugong-2.jpg)